Air keran yang mengalir ke rumah warga dilaporkan air keruh menguning hampir kecoklatan sehingga mengganggu aktivitas harian warga, mulai dari mencuci, memasak, hingga mandi.
Nurul, salah satu warga RT 35 Jalan Gunung Belah, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi ini. Akibat air yang menguning ditakutkan pakaian akan berubah warna. Ia pun terpaksa menampung air dalam waktu lama agar mengendap terlebih dahulu sebelum digunakan.
“Kami juga khawatir terjangkit penyakit kulit jika dipakai mandi sehari-hari. Kami minta PDAM segera bertindak cepat memastikan kelayakan air ini,” tegas Nurul, Kamis (28/5/2026).
Merespons keluhan tersebut, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, tekankan perubahan warna air tersebut terjadi akibat dampak pasca perbaikan pipa bocor.
Sebelumnya, sempat terjadi kebocoran pada pipa diameter 12 inci di kawasan Gunung Jati. Jalur ini merupakan salah satu jaringan utama yang menyuplai air bersih ke arah Teriti dan Jalan Gunung Belah. Kebocoran tersebut dilaporkan sudah terjadi sejak dua hari yang lalu.
“Saat ini pengerjaan perbaikannya sudah selesai, tinggal proses normalisasi saja. Indikasinya ada endapan lumpur yang ikut terbawa masuk ke dalam jaringan pipa sesaat setelah perbaikan pipa bocor di atas gunung tersebut selesai dilakukan,” ujar Suparno.
Sebagai langkah penanganan cepat, Perumda Tirta Mahakam segera menerjunkan petugas teknis ke lapangan untuk melakukan pembuangan sisa endapan lumpur. Petugas akan membuka simpul-simpul pipa pembuangan air kotor di beberapa titik di kawasan Jalan Gunung Belah agar aliran air kembali jernih.
“Kami meminta informasi nomor pelanggan atau lokasi spesifik warga yang terdampak agar petugas bisa langsung menuju titik terdekat untuk melakukan pembuangan air keruh (wash out) melalui sistem drainase jaringan, sehingga pasokan air bisa kembali normal secepatnya,” pungkasnya.
Editor: Erwin