Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Kelurahan Melayu Taufik Anwar J kepada Korankaltim.com Kamis (21/5/2026) hari ini menjelaskan, persoalan bak sampah tersebut memang sudah lama menjadi perhatian pihaknya.
Bahkan awal bulan Mei 2026, pihak kelurahan telah mengirimkan surat audiensi kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar untuk membahas pembongkaran dan penataan ulang Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah dengan melibatkan Ketua RT, pihak sekolah, lurah Melayu dan Loa Ipuh hingga camat.
"Kami sebelumnya berharap DLHK bisa segera menanggapi audiensi sesuai surat nomor B-27/KLM.PEMB/600.4.15/05/2026 tertanggal 7 Mei 2026 untuk mencari solusi bersama-sama," papar Taufik.
Surat yang belum mendapat tanggapan resmi dari DLHK ini membuat Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Melayu, Dedi Hartono juga turut menyoroti penanganan permasalahan sampah yang terkesan berlarut-larut. "Seharusnya, instansi terkait lebih fokus pada penanganan permasalahan sampah tersebut. Apalagi ini untuk kepentingan masyarakat dan anak-anak sekolah," tegasnya.
Lurah Melayu Muhammad Hafiz menyampaikan, karena belum ada tanggapan resmi pihaknya berinisiatif melakukan rembuk dengan pihak sekolah dan perwakilan warga melalui ketua RT.
"Perwakilan warga melalui beberapa Ketua RT terkait sudah sepakat untuk menutup total, begitu juga dengan pihak sekolah. Mereka juga akan menuangkannya dalam bentuk surat resmi agar nantinya menjadi dasar kami menyampaikan ke DLHK guna mengatasi permasalahan sampah tersebut," sebut Hafiz.
Setelah mendapatkan persetujuan dari warga sekitar maka tidak perlu lagi ada audiensi dengan DLHK. Hanya saja ke depan akan ada pembahasan intens dengan DLHK terkait jalur atau rute pengangkutan sampah. Apalagi, DLHK juga sudah menyatakan siap menutup total TPS sampah apabila sudah ada lampu hijau dari warga sekitar.
"Setelah nanti ditutup total, kami mengimbau masyarakat untuk bertanggung jawab membuang sampah di tempat yang telah ditentukan, yakni di kawasan eks rumah sakit," jelas Hafiz lagi.
Sementara untuk warga yang menjadi jalur pengangkutan sampah di pinggir jalan raya, diminta untuk bisa menyiapkan bak sampah mandiri. "Untuk target diberlakukannya kebijakan tersebut kita upayakan paling cepat dalam minggu ini. Selambat-lambatnya akhir bulan sudah bisa terealisasi, kami akan follow up terus," ucapnya.
Untuk diketahui, selain TPS sampah di kawasan MTsN Tenggarong rencana pembongkaran/penutupan dan penataan ulang juga rencananya akan dilakukan di TPS sampah kawasan SDN 009 dan SMPN 3 Tenggarong.
Editor: Aspian Nur