Ratusan warga tampak memadati kantor cabang utama hingga unit layanan di kawasan kelurahan dan pinggiran untuk mencairkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diperjuangkan anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian.
Antrean panjang bahkan terlihat meluber hingga ke bahu jalan. Tidak hanya orangtua murid, banyak pelajar yang ikut hadir mendampingi proses pencairan karena pihak bank mewajibkan penerima bantuan datang langsung. Tak sedikit diantara pelajar harus libur sekolah demi bisa ikut orangtuanya mengantre.
Suasana ramai sejak pagi itu sontak menjadi perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan betapa pentingnya bantuan pendidikan bagi keluarga.
Dedi Rizky, orangtua pelajar mengaku harus mengantre dua hari demi mendapatkan giliran pencairan bantuan. “Hampir setengah hari saya antre dari kemarin, tapi belum dapat giliran juga. Jadi hari ini lanjut lagi datang lebih pagi,” kata Dedi kepada Korankaltim.com.
Meski mengaku lelah, Dedi tetap bersyukur anaknya mendapat bantuan pendidikan yang dinilai sangat membantu kebutuhan sekolah. “Lumayan untuk beli perlengkapan sekolah dan kebutuhan anak,” katanya.
Besaran bantuan yang diterima siswa bervariasi, mulai Rp450 Ribu hingga Rp1,8 Juta per pelajar tergantung jenjang pendidikan masing-masing penerima.
Di sejumlah titik layanan bank, petugas keamanan dan pegawai bank tampak berjibaku mengatur antrean agar tidak terjadi penumpukan berlebihan. Beberapa nasabah bahkan rela membawa kursi lipat dan bekal makanan karena harus menunggu berjam-jam.
Perwakilan BRI Cabang Tenggarong menyampaikan membludaknya antrean terjadi karena pencairan dilakukan serentak dalam waktu bersamaan. “Kami memahami antusias masyarakat sangat tinggi. Petugas kami terus berupaya memberikan pelayanan maksimal dan mempercepat proses pencairan agar antrean bisa terurai,” katanya.
Pihak bank juga mengimbau masyarakat tetap tertib serta melengkapi seluruh dokumen persyaratan agar proses pencairan berjalan lebih cepat.
Fenomena antrean panjang penerima PIP ini kembali memperlihatkan besarnya harapan masyarakat terhadap akses pendidikan. Ditengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian keluarga, bantuan pendidikan menjadi penopang penting agar anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah.
Tak sedikit warga berharap ke depan mekanisme pencairan dapat dibuat lebih efektif dan bertahap agar tidak menimbulkan penumpukan massa di kantor bank. Namun di balik antrean panjang itu, tersimpan harapan besar para orang tua untuk masa depan pendidikan anak-anak mereka. “Semoga kedepan antrean nya bisa lebih diatur mekanisme nya sehingga tidak membludak,” harap Sopian, orangtua pelajar lainnya yang mendampingi putranya mengantre untuk mencairkan beasiswa ini.
Editor: Aspian Nur