Keberhasilan program pemenuhan gizi membutuhkan dukungan dan komitmen bersama dari seluruh pihak. Pemerintah daerah, kata dia, terus bersinergi dengan Badan Gizi Nasional serta berbagai elemen terkait agar program gizi anak dapat berjalan optimal di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Semangat kita untuk memastikan gizi anak-anak Kukar sama. Kita komitmen program gizi anak bisa berjalan di Kukar. Terima kasih kepada Badan Gizi Nasional dan semua pihak terkait berkat sinerginya,” kata Aulia dikonfirmasi Korankaltim.com Senin (18/5/2026).
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami seluruh proses operasional dapur MBG agar pelayanan dapat berjalan maksimal dan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi. Untuk itu, Bupati mengajak semua pihak stakeholder terkait dari tingkat kabupaten hingga kecamatan agar bersama-sama mengawal serta menyempurnakan pelaksanaan program di lapangan.
“Kita harus mengerti apa yang terjadi di dapur agar kebutuhan bisa kita ketahui dengan baik dan dapur berjalan baik. Mari bersama kita sukseskan program ini, mari kita sempurnakan terus program MBG ini. Jika ada masalah mari kita bersama carikan solusinya,” tegasnya.
Mengusung tema “Satu Piring Sejuta Harapan”, program MBG disebut bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bagian dari upaya membangun generasi yang sehat, kuat dan cerdas melalui pemenuhan gizi yang baik sejak dini.
“Tema ini harus diingat, bersama-sama untuk membangun generasi cerdas, maka pastikan gizi anak kita tercukupi dengan makanan. Maka Pemkab sangat mendukung program MBG ini,” ucap Aulia.
Orang nomor satu di Kukar ini menilai konsep MBG juga mampu memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi masyarakat local dan diharapkan seluruh kebutuhan dapur SPPG dapat dipenuhi dari hasil produksi masyarakat sekitar, mulai dari petani, peternak hingga pembudi daya ikan.
“Konsep MBG bukan hanya pemberian makan tapi juga membangun perekonomian. Kami harap semua kebutuhan SPPG bisa dipenuhi oleh masyarakat sekitar, baik petani, peternak maupun pembudi daya ikan,” papar Aulia.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan oleh tata kelola yang baik, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan pangan, proses memasak hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat. Karena itu, seluruh pengelola dapur diminta menjaga kualitas, kebersihan dan keamanan pangan.
“Program ini tidak boleh dilaksanakan secara asal-asalan. Makanan yang diberikan harus memenuhi prinsip bergizi, beragam, seimbang, aman dan layak konsumsi,” tutup Aulia.
Editor: Aspian Nur