Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu menghadirkan tradisi makan bersama khas Kutai menggunakan alas daun pisang. Para wartawan dari media cetak, media online dan media elektronik berasal dari berbagai yang berbeda-beda ini membaur menjadi satu duduk lesehan tanpa sekat, menikmati hidangan bersama dalam suasana akrab.
Ketua PWI Kukar Andi Wibowo mengatakan kegiatan beseprah bukan sekadar makan bersama, melainkan momentum mempererat tali silaturahmi antarinsan pers sekaligus menjaga warisan budaya daerah.
Tradisi lokal seperti beseprah perlu terus dirawat dan diperkenalkan kepada generasi muda agar nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kami ingin menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas antarwartawan. Selain itu, beseprah menjadi simbol kebersamaan harus terus dijaga tanpa memandang latar belakang maupun jabatan,” kata Awi, sapaan akrab Andi Wibowo kepada Korankaltim.com Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menilai pelestarian tradisi daerah melalui kegiatan sederhana namun sarat makna menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya Kutai.
Beseprah mengandung filosofi luhur tentang persamaan, kerendahan hati, serta keharmonisan antara masyarakat dan pemimpin.
“Tradisi ini mengajarkan nilai kebersamaan dan persatuan. Semua duduk bersama tanpa membedakan status sosial. Nilai seperti inilah yang perlu terus dijaga dan diwariskan,” tegasnya
Beseprah sendiri merupakan tradisi makan bersama secara lesehan khas Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tradisi ini dikenal luas sebagai simbol kesetaraan, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat Kutai.
Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta duduk sejajar di atas tikar sambil menikmati hidangan khas daerah yang disajikan menggunakan alas daun pisang. Filosofi “duduk sama rendah, berdiri sama tinggi” menjadi makna utama dalam tradisi tersebut. “Luar biasa kawan-kawan wartawan di Kukar semoga kebersamaan dan kekompakan bisa terus terjaga demi sama-sama kita membangun Kutai Kartanegara dengan peran kita masing-masing tidak terlepas dari peran penting kawan-kawan awak media sebagai pejuang informasi,” tegas Arianto.
Ediror: Aspian Nur