Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri diwakili Asisten II Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara Muhamad Iryanto.
Gerakan pangan murah ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutai Kartanegara Ananias menyampaikan kalau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dilakukan serentak di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur dan diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama dinas terkait.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau serta kualitas yang baik,” kata Ananias.
Instansinya juga melibatkan kelompok wanita tani (KWT) dan berbagai pihak lainnya guna memperpendek rantai distribusi pangan sehingga harga jual kepada masyarakat dapat ditekan.
Sementara Asisten II Setkab Kukar Muhamad Iryanto mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap program serupa dapat diperluas hingga menjangkau kecamatan lain di wilayah Kukar.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Tenggarong, tetapi juga bisa menyasar wilayah lain dan menyentuh langsung unit terkecil rumah tangga agar masyarakat lebih mandiri menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil,” harap Iryanto.
Dalam gerakan pangan murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga dibawah pasaran. Di antaranya beras SPHP seharga Rp57 Ribu, gula Rp18.500, Minyak Kita 2 liter Rp32 Ribu, tepung Rp11 Ribu, bawang merah Rp33 Ribu, bawang putih Rp25 Ribu, cabai Rp50 Ribu, telur Rp50 ribu hingga Rp54 Ribu, serta ayam potong Rp25 Ribu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutai Kartanegara Ananias menyampaikan kalau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dilakukan serentak di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur dan diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama dinas terkait.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau serta kualitas yang baik,” kata Ananias.
Instansinya juga melibatkan kelompok wanita tani (KWT) dan berbagai pihak lainnya guna memperpendek rantai distribusi pangan sehingga harga jual kepada masyarakat dapat ditekan.
Sementara Asisten II Setkab Kukar Muhamad Iryanto mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap program serupa dapat diperluas hingga menjangkau kecamatan lain di wilayah Kukar.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Tenggarong, tetapi juga bisa menyasar wilayah lain dan menyentuh langsung unit terkecil rumah tangga agar masyarakat lebih mandiri menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil,” harap Iryanto.
Dalam gerakan pangan murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga dibawah pasaran. Di antaranya beras SPHP seharga Rp57 Ribu, gula Rp18.500, Minyak Kita 2 liter Rp32 Ribu, tepung Rp11 Ribu, bawang merah Rp33 Ribu, bawang putih Rp25 Ribu, cabai Rp50 Ribu, telur Rp50 ribu hingga Rp54 Ribu, serta ayam potong Rp25 Ribu.
Selain itu, gas elpiji juga dijual dengan harga Rp19 Ribu per tabung.
Gerakan Pangan Murah masih akan berlangsung hingga 10 Mei besok dengan estimasi pelayanan kepada masyarakat sampai pukul 21.00 WITA.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap kegiatan tersebut mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan sekaligus menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah,” tegas Iryanto.