Dalam kunjungan tersebut, Aulia turut melakukan pengecoran perdana pembangunan asrama putra PPKP Ribathul Khail sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas baru bagi para santri.
Selain itu, Pemkab Kukar juga menyerahkan bantuan berupa lima gulung karpet salat guna mendukung sarana ibadah di lingkungan pondok pesantren.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat serta pemangku kepentingan daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Dewan Masjid Indonesia, Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia, tokoh agama, Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, unsur Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BAZNAS Kukar, pengurus pondok pesantren, para santri, hingga alumni PPKP Ribathul Khail.
Dalam sambutannya, Aulia Rahman Basri menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan panjang PPKP Ribathul Khail yang telah memasuki usia setengah abad.
Ia menilai keberlangsungan pondok pesantren selama 50 tahun menjadi bukti nyata dedikasi dalam membina generasi muda yang berakhlak.
“Selamat atas Milad PPKP Ribathul Khail. Umur demikian bukanlah umur yang pendek untuk mempertahankan eksistensi lembaga pendidikan ini. Terima kasih kepada seluruh jajaran PPKP atas pengabdiannya dalam membangun generasi Kukar yang berakhlak,” ucapnya.
Menurut Aulia, pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam dunia pendidikan karena tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter, moral dan kedisiplinan para santri dalam kehidupan sehari-hari.
“Menurut saya salah satu pendidikan terbaik adalah pondok pesantren, karena seluruh aktivitas hingga sikap kehidupan sehari-hari para santri terkontrol dan dibina agar berakhlak,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan berbasis pesantren, Pemkab Kukar terus mendorong peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam, termasuk rencana kerja sama pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Qur’an (STIQ) di Kukar.
Aulia menjelaskan, selama ini banyak pelajar Kukar yang harus melanjutkan pendidikan agama ke luar daerah. Kehadiran STIQ di Kukar diharapkan menjadi solusi agar generasi muda daerah dapat menempuh pendidikan tinggi keagamaan lebih dekat dengan keluarga.
“Harapan kita ke depan, dengan hadirnya STIQ di Kukar, anak-anak didik kita tidak perlu jauh-jauh lagi untuk menimba ilmu,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemkab Kukar juga telah meluncurkan program Beasiswa Kukar Idaman yang memberikan bantuan khusus bagi para santri pondok pesantren di Kukar. Melalui program tersebut, santri mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp250 ribu per bulan.
“Ini bentuk konkret dukungan Pemkab terhadap pendidikan pesantren agar dapat membantu biaya pendidikan para santri,” ungkapnya.
Di akhir, Aulia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun dunia pendidikan dan memperkuat peran pondok pesantren sebagai pusat pembinaan moral generasi muda.
“Meski saat ini kita menghadapi kondisi defisit, insyaallah kita yakin bisa melewati situasi ini bersama-sama demi membangun Kukar tercinta,” tutupnya.
Editor: Erwin