Aksi damai diikuti puluhan mahasiswa lintas fakultas. Mereka menyampaikan orasi secara bergantian dengan membawa sejumlah poster bertuliskan kritik sosial, seperti “Upah Minimum Tuntutan Maksimum” hingga “Gaji Cukup Untuk Bertahan, Bukan Untuk Hidup”.
Koordinator aksi, Ali Zainurrahman bersama Zulkarnain, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi buruh, khususnya tenaga pendidik honorer yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera.
“Momentum Hari Buruh ini kami gunakan untuk menyuarakan keadilan, terutama bagi guru honorer yang hingga kini masih menerima upah rendah dan bahkan mengalami keterlambatan gaji hingga berbulan-bulan,” tegas perwakilan mahasiswa dalam orasi.
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya peningkatan kesejahteraan guru honorer, penolakan PHK massal di sektor pertambangan, jaminan keselamatan kerja, serta pemerataan ekonomi di Kukar.
Secara bergantian, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas menyoroti persoalan ketimpangan antara melimpahnya sumber daya alam di Kukar dengan kondisi kesejahteraan buruh yang dinilai masih rendah. Mereka juga mengkritik minimnya perhatian terhadap profesi guru yang dianggap sebagai pilar penting pembangunan bangsa.
Mahasiswa turut mendesak pemerintah daerah untuk segera mendata dan memberikan pembiayaan yang layak bagi guru honorer, serta memastikan pembayaran gaji tepat waktu. Selain itu, mereka menuntut perlindungan hukum bagi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja tanpa pesangon.
Aksi berlangsung tertib dan mendapat pengamanan dari personel Polsek Tenggarong. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa peringatan Hari Buruh tidak hanya sebatas seremoni, tetapi juga momentum refleksi untuk mendorong kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada kesejahteraan pekerja.
“Melalui aksi damai ini, kami berharap suara kami dapat menjadi dorongan bagi pemerintah dan pemangku kebijakan untuk menghadirkan perubahan nyata demi masa depan buruh dan tenaga pendidik yang lebih baik,” tuturnya.
Editor: Erwin