Masuk Ring 1 IKN, TPS Samboja Ditutup
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORAKALTIM.COM, TENGGARONG - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi menutup Tempat Pembuangan Sampah (TPS) utama di wilayah Kecamatan Samboja karena lokasinya masuk dalam zona Ring 1 pembangunan IKN.
Camat Samboja Damsilk mengatakan, penutupan ini merupakan implementasi dari keputusan kementerian mengenai penataan wilayah Daerah Penyangga IKN (DPI).
"Penutupan itu karena Samboja masuk wilayah IKN Ring. Pihak Otorita menutup tempat itu karena sudah ada keputusan dari kementerian," kata Damsik, Selasa (27/4/2026).
Akibat penutupan ini, pihaknya langsung bergerak mencari lokasi alternatif untuk menampung sampah dari dua kecamatan. Salah satu opsi utama adalah pemanfaatan lahan pascatambang yang sudah tidak produktif.
Pemilihan lahan eks tambang didasarkan pada pertimbangan fungsi lahan. Pihaknya mencari area yang benar-benar sudah tidak bisa dimanfaatkan kembali, termasuk untuk sektor perkebunan.
"Kami akan coba meminta izin ke perusahaan pemegang lahan. Fokus kami lokasi yang diizinkan dan layak secara teknis," ucap Damsilk lagi.
Adanya perusahaan lokal di Samboja yang telah menyatakan kesiapan untuk membangun fasilitas pengolahan sampah dalam skala besar. Namun, realisasi komitmen ini masih terbentur pada ketersediaan lahan yang representatif.
"Perusahaan siap membantu membangunkan fasilitas pengolahan. Sekarang tinggal bagaimana kami maksimal mencari lahan yang pas agar fasilitas ini bisa segera terwujud," ungkapnya.
Saat ini, koordinasi terus dilakukan antara pihak kecamatan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) serta Otorita IKN.
"Nanti Tim dari OIKN akan terjun membantu pencarian lahan agar lokasi baru nantinya sesuai dengan rencana tata ruang IKN di masa depan," sebut Damsik.
Diharapkan proses negosiasi dan pencarian lahan ini dapat segera rampung demi menghadirkan solusi permanen bagi warga Samboja dan Samboja Barat.
"Kami harap secepat ada tempat pengolahan sampah yang tetap. Saat ini semuanya masih dalam proses pencarian dan negosiasi tempat," tutup Damsik
Editor: Aspian Nur










