Insiden tersebut terjadi setelah kapal yang digunakan korban untuk memuat kelapa sawit diduga mengalami kebocoran hingga karam pada Jumat (24/4/2026).
Saat kejadian, korban tengah melakukan aktivitas memuat buah sawit ke dalam kapal di pinggiran Sungai Belayan. Namun, kapal tiba-tiba mengalami kebocoran cukup parah.
Dalam kondisi kapal yang mulai tenggelam, korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri dan terseret arus sungai yang deras.
Hingga Minggu (26/4/2026), tim yang terdiri atas Badan SAR Nasional (Basarnas) Kalimantan Timur (Kaltim), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar), Polsek Kembang Janggut, serta relawan dan warga setempat terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Kekuatan personel juga diperkuat dengan tim dari Basarnas Pos Samarinda yang tengah dalam perjalanan menuju lokasi kejadian perkara (LKP).
“Pencarian sudah dilakukan penyisiran sepanjang 5 kilometer ke arah hilir dari titik awal korban dilaporkan hilang. Kami juga tambah personel dari Samarinda. Saat ini hasil pencarian sementara masih nihil,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) BPBD Kukar, Eko Suryawinata, Minggu (26/4/2026).
Eko menjelaskan, kini tim telah memperluas jangkauan pencarian. “Untuk pencarian hari ini, kami melakukan penyisiran dan pemberian informasi kepada warga di sepanjang pinggiran sungai hingga ke Desa Tuana Tuha yang berjarak sekitar 15 KM, barangkali ada warga yang melihat korban hanyut agar segera melapor ke posko,” ungkapnya.
Meski kondisi air sungai sedang surut, tim di lapangan menghadapi berbagai kendala. Arus Sungai Belayan yang kuat menyulitkan pergerakan perahu karet, sementara kekeruhan air yang tinggi menghambat upaya pemantauan di bawah permukaan air.
Tak hanya itu, faktor keamanan personel juga menjadi perhatian utama mengingat area pencarian merupakan habitat buaya.
“Kondisi air surut tapi arusnya cukup kuat. Tim harus tetap waspada selama proses penyisiran karena adanya risiko keberadaan predator (buaya) di sekitar lokasi,” jelas Eko.
BPBD mengimbau kepada para personel kapal dan warga yang beraktivitas di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami ingatkan para pekerja di sektor perairan untuk selalu memperhatikan keselamatan dan kondisi kelayakan armada angkut guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutupnya.
Editor: Erwin