Bupati Aulia Rahman Basri menyebut offroad ini bukan sekadar ajang olahraga ekstrem tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar-riders di Benua Etam.
“Ini merupakan agenda tahunan yang penuh tantangan dan adrenalin selain juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kekompakan,” kata Aulia saat membuka lomba.
Para peserta diingatkan untuk mengutamakan keselamatan selama melintasi jalur yang telah ditentukan panitia. “Gunakan jalur yang sudah disediakan, waspadai saat melintasi kampung atau persimpangan, dan tetap jaga faktor keamanan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ucapnya
Selain itu seluruh riders juga diminta untuk mempromosikan potensi daerah Kutai Kartanegara, mulai dari keindahan alam hingga kekayaan adat dan budaya. “Sampaikan kepada daerah lain Kutai Kartanegara memiliki keindahan alam, adat istiadat, dan seni budaya yang patut dibanggakan,” papar Aulia.
Offroad Blukar 5 ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan rute menantang yang dimulai dari Kantor Dispora Kukar dan berakhir di Desa Buluq Sen, Kecamatan Tabang. Para peserta diperkirakan menyelesaikan etape harian hingga pukul 15.00–16.00 WITA.
Selain menjadi ajang penyaluran hobi dan uji adrenalin, lomba juga dinilai berdampak positif dalam mempromosikan potensi wisata dan bentang alam Kukar kepada peserta dari berbagai wilayah.
Hadir pada pembukaan sore tadi sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, diantaranya Dandim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Wakapolres Penajam Kompol Awan Kurnianto, Ketua Indonesia Offroad Federation (IOF) Kaltim Gatot Koco serta Ketua Panitia Deri Wardana.
Editor: Aspian Nur