Kepala Desa Margahayu Rusdi menjelaskan kalau aparat kepolisian dari Polres Kukar sudah menghubungi dirinya untuk melacak identitas warga di alamat tertentu yang diduga terkait dengan kejadian tersebut. "Sekitar jam 11 malam tadi saya ditelepon pihak Reskrim Polres, menanyakan nama warga di alamat sini. Katanya terkait dugaan menggugurkan bayi. Saya kaget juga siapa pelakunya," ujar Rusdi kepada Korankaltim Jumat (24/4/2026).
Namun Rusdi belum bisa memberikan keterangan lebih rinci karena masih mencari informasi terkait kejadian tersebut. Perwakilan Ketua RT 9 Margahayu menceritakan suasana di lingkungannya mendadak ramai setelah waktu Isya pada Kamis malam. "Ramainya tadi malam habis Isya. Kabar yang beredar ada tetangga yang melahirkan. Kami sendiri tidak menyangka karena orangnya jarang keluar rumah, jadi kehamilannya tidak terlihat," ungkapnya.
Rusdi menyebut mereka masih merampungkan Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur jam malam bagi pelajar. "Edukasi pergaulan bebas akan kami gencarkan. Perdes ketertiban desa sudah ada, tinggal penetapan. Aturannya nanti jam sepuluh malam ke atas pelajar tidak boleh lagi di luar rumah," tegasnya.
Kanit Reskrim Polsek Loa Kulu IPDA Dwi Handono saat dikonfimasi melalui pesan Whatsapp menyatakan kasus ini masih dalam tahap pengembangan intensif. Pihak kepolisian kini tengah mengejar pelaku yang terlibat dalam pembuangan bayi tersebut. "Masih pengembangan, kami sedang mengejar pelaku. Hari ini proses autopsi terhadap jasad bayi sedang berlangsung untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," kata Dwi.
Editor: Aspian Nur