Si jago merah mengamuk sekitar pukul 01.45 WITA dini hari dan menurut keterangan seorang warga bernama Ahmad Jamadil, api pertama kali muncul dari area meteran listrik di rumah warga milik Ahmad Supian. Terkejut melihat kobaran api, ia segera membangunkan anggota keluarga lainnya untuk menyelamatkan diri.
Darwin, warga lainnya mengaku terbangun setelah mendengar teriakan warga. Saat keluar rumah, ia melihat bagian depan rumah Ahmad Supian sudah dikuasai api dan segera berupaya meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh dua unit mobil Pemadam Kebakaran Kecamatan Kota Bangun dibantu mesin alkon milik desa serta gotong royong masyarakat. Api baru berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 03.35 WITA.
Pihak kepolisian melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai tiga miliar rupiah.
Rumah yang terbakar masing-masing milik Ahmad Supian, Syahril, Mardiansyah, Syamsuddin dan Johan. Sementara rumah milik Darwin, Azwar dan Darmawan terdampak akibat kobaran api yang cepat menyebar saat insiden terjadi.
Komandan Pos Sektor Kota Bangun Abdi Ratama menjelaskan kalau aparat kepolisian beserta unsur pimpinan kecamatan (Muspika) langsung bergerak dengan menggelar rapat darurat pada pukul 04.00 WITA di sekitar lokasi kejadian.
"Pihak kecamatan, Danramil yang diwakili Babinsa juga kepala desa sudah mendirikan posko darurat di dekat lokasi kebakaran, dipimpin Kades Liang untuk mengoordinasikan bantuan kepada warga terdampak," sebut Abdi.
Kebakaran ini diduga dipicu oleh arus pendek listrik atau korsleting. Saat ini, lokasi kejadian telah diamankan oleh personel Polsek Kota Bangun guna penyelidikan lebih lanjut, dengan barang bukti berupa puing bangunan dan sisa kabel yang terbakar.
Sebanyak 60 personel gabungan dari TNI, Polri, Damkar, petugas medis, hingga relawan dikerahkan dalam penanganan pasca-kebakaran ini untuk memastikan situasi benar-benar kondusif.
Editor: Aspian Nur