Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.45 WITA. Tim Damkar Pos Sektor Kota Bangun bergerak cepat setelah menerima laporan pada pukul 01.53 WITA dan tiba di lokasi pukul 02.07 WITA.Kondisi bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu membuat api cepat merambat.
Ada lima rumah warga dilaporkan hangus terbakar dan tiga bangunan lainnya terdampak dalam insiden ini. Operasi ini melibatkan tujuh personel piket lainnya, didukung oleh relawan dari berbagai desa seperti Kota Bangun Ulu dan Ilir dengan mengerahkan unit Firedome 3500 L dan 5000 L serta mesin pompa Tohatsu dan Yamamoto.
"Api berhasil padam sekitar satu jam. Proses pendinginan kami lakukan sampai pukul 04.00 WITA, dan tim tetap bersiaga hingga pukul 04.40 WITA guna memastikan tidak ada sisa bara api," kata Komandan Pos Sektor Kota Bangun Abdi Ratama kepada Koranaltim.com dini hari tadi.
Hingga saat ini, data korban luka maupun kerugian materil masih dalam pendataan. Meski sempat beredar isu miring, petugas di lapangan melaporkan operasi berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti. "Kami imbau warga tetap tenang dan tidak termakan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," ujar Abdi lagi.
Kabar kurang mengenakkan memang berembus dari musibah ini yang mana ada isu satu mobil pemadam menabrak warga di sekitar lokasi kejadian.
Tim Damkar menegaskan kabar unit mereka menabrak orang adalah tidak benar. Saat itu memang sempat terlihat adanya warga yang dievakuasi menggunakan ambulans namun dipastikan bukan disebabkan oleh armada pemadam kebakaran.
"Saat tim tiba untuk mencari titik air dan memposisikan unit, korban sudah dalam penanganan medis. Kami fokus sepenuhnya pada pemadaman api agar tidak meluas lebih jauh," tegas Abdi.
Simpang siur kabar tersebut diperkuat oleh keterangan Kepala Desa Liang Ilir yang meluruskan tidak ada keterlibatan unit Damkar dalam insiden medis warga tersebut.
Editor: Aspian Nur