Insiden itu melibatkan satu unit sepeda motor Honda Supra X dan mobil Toyota Rush yang berfungsi sebagai angkutan travel.
Kepala Desa Kayu Batu Andri Shofyandani menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil Toyota Rush dengan nomor polisi KT 1875 UG yang dikemudikan oleh Muhayan melintasi jalur beton di Dusun Oloy. Saat berada di tikungan tajam yang sempit, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor Supra X KT 4419 UE yang dikendarai oleh Sarfiansyah, pria berusia 55 tahun, warga Kota Bangun.
Diduga Sarfiansyah melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Dusun Kuyung menuju Muara Muntai. Karena kondisi tikungan yang tajam dan tanpa marka jalan yang terhalang tumbuhan liar yakni rumput ilalang pengendara motor kehilangan kendali sehingga tabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan tidak dapat terhindarkan.
Akibat benturan keras tersebut, Sarfiansyah mengalami luka serius, patah tulang paha sebelah kiri serta luka lecet pada tangan dan kaki kanan.
"Pengendara motor sudah dievakuasi menggunakan ambulans Desa Kayu Batu menuju Puskesmas Rimba Ayu (SP2), Kota Bangun, untuk mendapatkan perawatan intensif," kata Andri kepada Korankaltim siang tadi.
Sementara itu, kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah dengan taksiran kerugian material mencapai Rp10 Juta. Kapolsek Muara Muntai Iptu Jaelani melalui laporannya mengonfirmasi lokasi kejadian memang merupakan titik rawan karena tikungan sempit dan ketiadaan marka jalan. Selain itu, jalur tersebut minim Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) jika malam hari.
"Kondisinya memang tikungan tajam. Meski rumput ilalang di pinggir jalan sudah sempat dibersihkan melalui gotong royong warga, namun faktor kecepatan tinggi di tikungan sempit menjadi penyebab utama," kata Jaelani.
Menyikapi seringnya terjadi insiden di jalur tersebut, Pemerintah Desa Kayu Batu berencana menggelar bakti sosial rutin setiap bulan untuk membersihkan semak belukar di sepanjang Jalan Baharudin antara Desa Kuyung dan Kayu Batu.
Kegiatan ini rencananya akan melibatkan unsur kecamatan, Dinas Perhubungan, dan para relawan guna meningkatkan keamanan berkendara. Andri mengimbau para pengguna jalan, khususnya di jalur poros Muara Muntai, untuk menurunkan kecepatan saat memasuki area tikungan dan tetap waspada mengingat keterbatasan fasilitas jalan di area tersebut.
Editor: Aspian Nur