Sekretaris DPRD Kukar Lukman mengapresiasi kegiatan ini dan menurutnya meskipun digelar secara sederhana, peringatan Hari Kartini memiliki makna mendalam dalam mengenang perjuangan RA Kartini, khususnya dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan di bidang pendidikan.
“Pada masanya, perempuan memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan. Kartini memperjuangkan hak tersebut melalui pemikiran dan tulisan-tulisan modern dari korespondensinya dengan sahabat di Eropa,” ujar Lukman.
Saat ini kesetaraan gender telah mengalami perkembangan signifikan. Perempuan kini telah mengambil peran strategis di berbagai sektor, baik di tingkat pusat maupun daerah, hingga ke level masyarakat terkecil.
“Di DPRD Kukar sendiri, jumlah anggota perempuan meningkat. Jika sebelumnya hanya sekitar tujuh orang, kini menjadi sebelas orang. Ini menunjukkan peran perempuan semakin kuat dalam pembangunan daerah,” jelas Lukman yang hadir bersama sang istri.
Upacara dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kukar Farida, Anggota DPRD Kukar Hamdiah Z, Kepala Bagian Umum Dedy Mulyadi bersama istri, serta jajaran pejabat struktural, fungsional dan seluruh staf di lingkungan Sekretariat DPRD Kukar.
Apresiasi juga diberikan Lukman kepada para legislator perempuan di DPRD Kukar yang dinilai memiliki perjalanan hidup inspiratif. Sosok Farida dan Hamdiah Z menurutnya, menjadi contoh nyata kegigihan perempuan dalam meraih kesuksesan.
Farida memulai karier dari tenaga honorer di tingkat kelurahan hingga kini menjabat sebagai anggota legislatif selama dua periode. Sementara Hamdiah Z pernah berprofesi sebagai penjual gorengan dan guru olahraga sebelum akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD selama tiga periode. “Ini adalah perjalanan yang luar biasa dan patut menjadi inspirasi bagi banyak perempuan,” ungkapnya.
Lukman berharap momentum ini dapat semakin mendorong pemberdayaan perempuan melalui penguatan budaya dan kreativitas, khususnya di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kukar. “Semangat Kartini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dan bermakna, serta mendorong kemajuan Dharma Wanita dan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara secara umum,” pungkas Lukman.