Suasana kantor pun tampak berbeda dari biasanya. Ragam kebaya dengan motif dan warna yang beragam menghiasi aktivitas para pegawai, menciptakan nuansa budaya yang kental sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Tidak hanya menjadi simbol peringatan seremonial, penggunaan kebaya juga dimaknai sebagai upaya melestarikan warisan budaya bangsa di tengah modernisasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kukar Lukman menyampaikan, peringatan Hari Kartini bukan sekadar mengenang sosok pahlawan nasional, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh ASN, khususnya perempuan, untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
“Hari Kartini mengingatkan kita semua akan pentingnya peran perempuan dalam berbagai sektor, termasuk dalam pemerintahan. Semangat perjuangan Kartini harus terus kita hidupkan melalui kinerja, dedikasi, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Lukman kepada Korankaltim.com, Selasa (21/4/2026).
Kesetaraan gender yang diperjuangkan Kartini kini telah membuka banyak peluang bagi perempuan untuk berkarya dan berprestasi. Oleh karena itu, ASN perempuan diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan terus mengembangkan kompetensi dan profesionalisme.
Lukman mengajak seluruh jajaran ASN untuk menjadikan peringatan ini sebagai inspirasi dalam bekerja. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan Kartini seperti ketekunan, keberanian, dan semangat belajar harus menjadi landasan dalam menghadapi tantangan di era saat ini.
Peringatan Hari Kartini di Sekretariat DPRD Kukar ini tidak hanya menjadi ajang mengenakan busana tradisional, tetapi juga sebagai bentuk nyata penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia. "Dengan semangat Kartini, diharapkan seluruh ASN dapat terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," sebut Lukman.
Editor: Aspian Nur