Ribuan jemaah dari berbagai kalangan usia memadati lokasi untuk mengikuti Istighosah Kubro dan Tabligh Akbar yang digelar Nahdlatul Ulama melalui Majelis Wakil Cabang (MWC) setempat.
Kegiatan keagamaan yang telah menjadi agenda rutin ini menghadirkan penceramah termasyhur asal Bojonegoro, KH Anwar Zahid. Kehadiran dai yang dikenal dengan gaya ceramah lugas dan penuh humor tersebut semakin menambah semarak acara, yang juga dimeriahkan oleh penampilan hadroh Ah Baabullah Mustopa Syekhermania, Kaltim.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Nahdlatul Ulama, serta pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori Internasional, Abdullah Al Makky.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri yang hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tenggarong Seberang menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang luar biasa.
“Saya sangat takjub dengan jumlah jemaah yang hadir. Belum pernah saya lihat sebanyak ini dalam kegiatan serupa,” kata Aulia.
Kegiatan istighosah dan tabligh akbar tidak hanya menjadi sarana memperkuat keimanan, tetapi juga membuka pintu keberkahan bagi seluruh masyarakat. Ia juga menyoroti keberlanjutan kegiatan yang telah berlangsung sejak tahun 1996 dan terus menunjukkan peningkatan partisipasi setiap tahunnya. “Ini menjadi bukti kebersamaan masyarakat Kukar, khususnya di Tenggarong Seberang, tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Orang nomor satu Kukar ini mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan sebagai fondasi penting dalam pembangunan daerah. “Dengan situasi yang rukun, aman, dan tertib, pembangunan Kutai Kartanegara dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat,” ucap Aulia lagi.
Aulia memohon doa dari seluruh jamaah agar senantiasa diberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Ia berharap visi pembangunan “Kukar Idaman Terbaik” dapat terwujud, sehingga masyarakat Kutai Kartanegara semakin sejahtera dan berbahagia.
Kegiatan yang berlangsung hingga larut malam tersebut ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah yang hadir serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Editor: Aspian Nur