Jabatan Kalapas resmi diserahterimakan dari Suparman kepada I Wayan Nurasta Wibawa dalam acara yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat instansi vertikal, serta tamu undangan.
Hadir langsung Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Dandim 0906/KKR Letkol Arm Benny Budiman, perwakilan Kapolres Kukar Kompol Roganda, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kalimantan Timur Endang Lintang Hardiman.
Dalam sambutannya, Suparman menyampaikan bahwa selama menjabat sekitar satu tahun, pihaknya telah mendorong berbagai program pembinaan bagi warga binaan.
Program tersebut meliputi pelatihan keterampilan berbasis kerja sama dengan pihak swasta, pembinaan mental melalui pesantren terpadu bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), hingga penguatan ketahanan pangan melalui kegiatan peternakan dan pertanian.
“Program-program ini diharapkan mampu membekali warga binaan agar tidak mengulangi pelanggaran setelah bebas serta dapat kembali ke masyarakat secara produktif,” ucapnya.
Suparman juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk Forkopimda dan jajaran Lapas, atas dukungan selama masa tugasnya, sekaligus memohon maaf apabila terdapat kekhilafan.
Sementara itu, Kalapas baru I Wayan Nurasta Wibawa menyatakan kesiapan untuk melanjutkan program yang telah berjalan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda.
“Saya mohon arahan dan dukungan dari seluruh pihak agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan melanjutkan program pembinaan yang telah dirintis sebelumnya,” ucap I Wayan.
Bupati Kukar dalam arahannya menegaskan pergantian pimpinan bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari kesinambungan pengabdian dalam meningkatkan kualitas pemasyarakatan.
Ia mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh pejabat sebelumnya, terutama dalam pembinaan keterampilan, program keagamaan melalui Gerakan Etam Mengaji (GEMA), serta penguatan ketahanan pangan bagi warga binaan.
“Keberhasilan pemasyarakatan adalah ketika warga binaan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan bermanfaat,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan harapan agar Kalapas yang baru dapat melanjutkan dan mengembangkan program yang telah ada, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan residivisme.
Hal senada ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kalimantan Timur dengan menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjalankan tugas negara, termasuk komitmen bersama dalam memberantas narkoba dan meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi serta koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi isu publik yang berkembang di masyarakat.
“Kegiatan serah terima jabatan ini merupakan bagian dari proses evaluasi, promosi, dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan pemasyarakatan guna menjaga dinamika organisasi tetap berjalan optimal,” tutupnya.
Editor: Erwin