Aksi yang akan di gelar pada pukul 09.00 WITA ini merupakan respons atas keresahan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur jalan dan kesemrawutan lalu lintas di wilayah Kukar.
Presiden BEM Unikarta, Zulkarnain menegaskan, mahasiswa tidak bisa lagi berdiam diri melihat kondisi jalan yang menghubungkan empat kecamatan dalam keadaan rusak parah dan berlubang selama bertahun-tahun. Menurutnya, hal ini bukan sekadar masalah teknis aspal, melainkan persoalan hak dan martabat warga.
“Rasanya malu kalau kita tidak ikut hadir, karena tempat kita sendiri yang tengah disuarakan. Suara warga harus kita kuatkan dengan langkah nyata agar tidak terus dibiarkan. Sudah waktunya kita tunjukkan bahwa Etam peduli, Etam hadir, dan Etam mau berjuang untuk kampung sendiri,” ujar Zulkarnain, Rabu (1/4/2026).
Selain akses antar kecamatan, mahasiswa juga menyoroti rusaknya jalan protokol di Kota Tenggarong yang diperparah dengan antrean panjang truk pengisi bahan bakar minyak (BBM). Antrean tersebut dinilai memakan badan jalan, mengganggu mobilitas ekonomi, hingga merusak estetika ibu kota kabupaten.
“Jalan protokol adalah wajah dari ibu kota kabupaten, namun realitanya banyak lubang yang mengancam nyawa. Ditambah lagi, antrean truk yang memakan separuh jalan membuat kemacetan tak terhindarkan. Kami menuntut solusi konkret, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Oleh karenanya, Aliansi Mahasiswa Unikarta menuntut realisasi perbaikan jalan. Mereka mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melakukan perbaikan permanen pada jalan protokol dan akses antar-kecamatan yang rusak berat.
Kemudian, penertiban antrean BBM, meminta Pemkab Kukar mengatur ulang jadwal atau lokasi pengisian BBM bagi kendaraan besar agar tidak menumpuk di jalan utama pada jam sibuk.
Selanjutnya, menuntut ketegasan Satpol PP dan Dinas Perhubungan dalam menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan saat mengantre bensin.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal isu ini dan memastikan adanya langkah nyata dari pihak eksekutif maupun legislatif demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat Kukar.
Editor: Erwin