Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda menyampaikan, situasi global yang memanas, termasuk ketegangan di Timur Tengah (Iran, Israel, dan Amerika) yang berdampak pada lalu lintas minyak di Selat Hormuz, menjadi faktor pemicu kenaikan harga yang sulit dihindari.
“Kami sudah mempersiapkan beberapa hal menghadapi situasi tersebut. Siang ini kami melakukan zoom meeting dengan Mabes Polri untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi,” ujarnya Roganda, Selasa (31/3/2026).
Dirinya menegaskan tidak akan menunggu pengumuman resmi untuk bergerak. Saat ini, fokus utama adalah memastikan distribusi BBM tetap lancar dan mencegah gejolak sosial. Tiga langkah utama yang dijalankan adalah imbauan monitoring, melakukan pemantauan langsung terhadap fluktuasi harga dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak panik.
Pihaknya meningkatkan patroli di SPBU-SPBU di Kukar, terutama yang mulai mengalami antrean panjang, guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.
“Kami akan menindak tegas para pelaku atau oknum yang mencoba melakukan penimbunan BBM. Apabila ada orang yang melakukan hal tersebut, menyebabkan kelangkaan, kepanikan, atau melanggar aturan, kami tentunya akan melakukan penegakan hukum. Hal ini sangat meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Sejauh ini, pihak kepolisian melaporkan belum menemukan kasus penimbunan BBM dalam satu bulan terakhir pada 2026 ini. Namun, potensi masyarakat melakukan aksi borong atau panic buying tetap menjadi perhatian serius karena dapat memicu kelangkaan buatan.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti perkembangan resmi dari pemerintah.
Polres Kukar memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU di seluruh wilayah Kukar untuk menjamin kelancaran pasokan bagi kebutuhan pokok masyarakat serta sektor industri dan pertambangan di wilayah tersebut.
Editor: Erwin