Meski sebelumnya direncanakan segera diresmikan, pemerintah memutuskan untuk menunda peresmian tersebut. Hal ini dikarenakan masih adanya kelanjutan pembangunan pada 2026 ini.
“Kami tidak ingin terburu-buru meresmikan jika fasilitas belum clear. Target kami adalah menjadikan lokasi ini sebagai arena BMX, Skateboard, dan Inline Skate terbaik di Indonesia, bersaing dengan fasilitas di Bali dan Jakarta,” ujar Rendi Sholihin.
Tiga komunitas yakni BMX, Skateboard, dan Inline Skate duduk bersama untuk menyelaraskan ekspektasi. Pemerintah mengakui adanya ketidaksesuaian desain awal yang dikhawatirkan memicu malfungsi fasilitas.
Rendi menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar untuk meniadakan area playground anak di samping arena ekstrem. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya benturan atau kecelakaan antara atlet dan anak-anak, berkaca pada insiden serupa di daerah lain.
Dinas PU juga diminta untuk lebih selektif dan aplikatif dalam melakukan studi banding ke luar daerah seperti Bali.
“Kami instruksikan konsultan dan dinas terkait untuk mencontoh tempat-tempat unggul yang sudah sukses seperti Motion Skatepark di Bali. Pulang harus membawa solusi dan desain yang standar, bukan membawa masalah baru,” tegas Rendi.
Mengingat Kukar memiliki atlet berprestasi, dukungan fasilitas yang mumpuni menjadi harga mati.
Dirinya mengimbau agar komunitas-komunitas hobi di Kukar tidak perlu merasa minder meskipun merasa sebagai kelompok minoritas. Pintu aspirasi terbuka lebar, terutama bagi komunitas yang mampu menyumbangkan prestasi dan medali bagi daerah.
Pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat beroperasi pada 2026 ini agar bangunan tidak terbengkalai. Setelah proyek di Tenggarong rampung dan sukses, pemerintah berencana mereplikasi konsep serupa di wilayah pesisir dan hulu Kukar agar para pemuda tidak perlu lagi jauh-jauh ke Samarinda atau Balikpapan untuk menyalurkan hobi mereka.
Sementara, Ketua Asosiasi BMX Indonesia (ABI) Kukar, Zulkifli menegaskan akan terus mengontrol perbaikan yang dijanjikan oleh Pemkab Kukar melalui Pokok Pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar agar pembangunan obstacle dapat sesuai standar yang diinginkan.
“Kami akan terus kawal kegiatan perbaikan dan pembangunan obstacle di Pujasera Park dan melibatkan komunitas Inline dan skate,” tegasnya.
Editor: Erwin