Kedua truk berukuran besar itu datang dari arah berlawanan. Keterangan saksi di lokasi, benturan terjadi di titik jalan yang memiliki tikungan tajam.
Beratnya beban muatan berupa alat berat jenis ekskavator diduga membuat kedua pengemudi kesulitan mengendalikan laju kendaraan saat berpapasan di ruang jalan yang terbatas.
“Alhamdulillah suami yang mengendarai truk trailer dari arah Samarinda selamat, bukan karena laju tapi memang yang berlawanan arah makan jalan jadi buket exsa terhantam kepala mobil suami saya,” ujar Nur, istri dari satu sopir truk trailer.
Kondisi kedua truk mengalami kerusakan parah di bagian kabin depan (head truck). Satu ekskavator yang diangkut bahkan dilaporkan sempat bergeser dari dudukan trailer akibat guncangan hebat saat tabrakan terjadi, yang menambah risiko bahaya bagi pengguna jalan lain.
Kondisi kedua truk masih melintang di tengah badan jalan. Ukuran kendaraan yang besar dan bobot muatan puluhan ton membuat evakuasi tidak bisa dilakukan dengan cepat.
Hingga kini, pihak Polsek Loa Janan masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi tersebut. Dugaan sementara mengarah pada kombinasi medan jalan yang ekstrem serta kemungkinan gangguan fungsi rem (brake fade) pada salah satu armada akibat beban berlebih.
“Untuk laporan kejadian, anggota masih menunggu anggota kami di lapangan,” ucap Kanit Lantas Polsek Loa Janan, Iptu Abdul Hakim.
Kemacetan mengular hingga lebih dari lima kilometer dari kedua arah. Kendaraan kecil maupun bus penumpang tertahan total karena tidak ada ruang untuk melintas di sisi kiri maupun kanan jalan yang terhalang bangkai truk.
“Kami imbau pengendara lainnya yang melintas agar tetap berhati-hati,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur