Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Dinas Perhubungan kabupaten/kota serta penyelenggara pelabuhan di Kalimantan Timur agar memperketat pengawasan di lapangan. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain kewajiban penyediaan jaket pelampung sesuai jumlah penumpang, larangan kelebihan muatan, hingga penghentian pelayaran saat cuaca ekstrem.
Selain itu operator kapal juga diminta memastikan kelayakan mesin, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan sebelum keberangkatan. Kapal yang beroperasi pada malam hari pun wajib dilengkapi lampu navigasi yang memadai.
Menindaklanjuti imbauan tersebut, Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara Rakhmadani Hidayat menyatakan mereka sedang menyiapkan konsep monitoring ke sejumlah titik dermaga, khususnya pada jalur pelayaran rakyat.
“Kami sedang menyusun konsep monitoring ke beberapa titik pelayaran rakyat di Kutai Kartanegara. Nanti akan kami sampaikan juga ke pimpinan sebagai langkah penguatan pengawasan,” kata Rakhmadani kepada korankaltim.com, Jumat (27/3/2026).
Saat ini Dishub Kukar masih dalam tahap pemetaan dan pengenalan wilayah, mengingat dirinya baru menjabat sekitar satu bulan. Sejumlah lokasi yang telah ditinjau antara lain Kecamatan Muara Muntai, Kota Bangun, Muara Kaman, dan Sebulu.
Pengawasan ini menjadi penting menyusul dua insiden kapal tenggelam yang terjadi di wilayah Muara Muntai dan Sebulu dalam beberapa waktu terakhir. Peristiwa tersebut menjadi pengingat kuat akan pentingnya standar keselamatan dalam transportasi air.
“Pada prinsipnya para pemilik kapal juga menunggu arahan dari kami. Karena itu, monitoring akan dibarengi dengan penguatan sosialisasi terkait aturan dan kelayakan transportasi air,” papar Rakhmadani.
Sebagai langkah awal, Dinas Perhubungan Kukar berencana menggelar sosialisasi keselamatan pelayaran di Muara Muntai pada April bulan depan.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran operator dan penumpang, tetapi juga membangun budaya keselamatan di sektor transportasi air, sehingga arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan selamat.
Editor: Aspian Nur