Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) untuk segera membangun jembatan gantung sebagai akses penghubung yang aman.
Fauzji, warga Desa Kayu Batu mengungkapkan, peristiwa tersebut membuat masyarakat waswas setiap kali harus menyeberangi sungai. "Kapal ini tenggelam karena kelebihan muatan. Ini yang membuat kami khawatir ketika menyeberang menggunakan feri," kata Fauji kepada Korankaltim.com Kamis (26/3/2026).
Keberadaan jembatan sangat dibutuhkan demi keselamatan masyarakat, adanya jembatan dapat memperlancar mobilisasi barang dan bahan pangan.
Sementara Kepala Desa Kayu Batu Andri Shofyandani mengungkapkan, wilayahnya tersebut sangat layak untuk dibangunkan jembatan. Meskipun ada wacana pembangunan jembatan oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basridi Desa Rembayu dan Kuyung, Desa Kayu Batu juga harus mendapat perhatian yang sama demi keselamatan masyarakat.
"Kalau ada jembatan pasti akan memudahkan mobilisasi dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi warga," ungkap Andri.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti menjelaskan, pembangunan jembatan di wilayah perairan seperti Muara Muntai memerlukan studi kelayakan. Pihaknya harus mengkaji benar-benar lokasi tersebut. "Membangun jembatan di area yang minim daratan itu sangat sulit dan biayanya besar," jelas Linda.
Pemkab pemerintah tidak bisa membangun infrastruktur tanpa mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari teknis, ekonomi hingga sosial. "Jangan sampai pembangunan jembatan yang menelan biaya mahal tidak sebanding dengan pemanfaatan atau jumlah masyarakat yang ada. Ini perlu di kaji lebih dalam," sebut Linda.
Editor: Aspian Nur