Bupati Kukar Sisihkan Waktu Memancing Disela Kesibukan
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG — Ditengah padatnya agenda sebagai orang nomor satu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Bupati Aulia Rahman Basri tetap menyempatkan diri menyalurkan hobi memancing usai Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah ini.
Kegiatan sederhana ini bukan sekadar pelepas penat, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri dan bentuk kedekatan dengan alam.
Aulia menilai memancing memiliki makna lebih dalam daripada sekadar hobi. “Satu diantara hobi yang melatih kesabaran dan keikhlasan adalah memancing,” kata Aulia kepada Korankaltim.com dengan senyum Selasa (24/3/2026) hari ini.
Memancing mengajarkan nilai-nilai penting dalam kehidupan, seperti ketekunan, kesabaran serta kemampuan menerima hasil dengan lapang dada.
Hal ini sejalan dengan prinsip kepemimpinan yang membutuhkan ketenangan dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Aulia juga memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan ekosistem perairan, khususnya di kawasan Sungai Mahakam yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kukar.
Peran aktif masyarakat diapresiasi, terutama para pembudidaya ikan baik di kolam maupun keramba, yang dinilai telah berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung perekonomian lokal.
Tak hanya itu, masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Mahakam juga mendapat pujian atas kepedulian mereka terhadap kelestarian lingkungan. “Saya sangat mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga keasrian dan kelestarian Sungai Mahakam. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga warisan untuk generasi mendatang,” papar Aulia.
Pesan inspiratif disampaikannya yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam. “Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa baik kita menjaga alam dan budaya. Dari hal sederhana seperti memancing, kita belajar bahwa alam memberi, tetapi juga harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap lingkungan terus tumbuh, sehingga Kukar dapat menjadi daerah yang maju sekaligus berkelanjutan.
Dengan memadukan hobi dan kepedulian terhadap lingkungan, sosok Aulia Rahman Basri menunjukkan kepemimpinan tidak selalu hadir dalam ruang formal, tetapi juga bisa lahir dari aktivitas sederhana yang sarat makna.
Editor: Aspian Nur










