Ahmad, warga setempat menjelaskan, kejadian pencurian pertama hilangnya kabel sepanjang 50 meter digondol maling. Tak berselang lama, aksi serupa kembali terjadi dengan sasaran stroller bayi hingga besi penyangga trampolin milik warga. Kondisi ini memicu kekhawatiran area publik kini sudah tidak aman lagi.
Warga meminta Polsek Loa Kulu untuk mengevaluasi dan meningkatkan intensitas patroli, terutama di jam-jam rawan setelah pukul 00.00 WITA. Patroli yang dilakukan adalah patroli pengawasan nyata, bukan sekadar lewat untuk keperluan dokumentasi semata.
Ahmad menjelaskan, setiap kali usaha mereka tutup di atas pukul 24.00 WITA, area Taman Literasi sering dijadikan tempat nongkrong anak muda diduga sambil meminum minuman keras.
"Dibagian belakang yang gelap, samping parkiran mobil, sering dipakai nongkrong dan minum. Kami sering menemukan bungkus obat batuk bahkan sampai bungkus kondom dan tisu magic di lokasi tersebut," ungkap Ahmad kepada Korankaltim.com Jumat (20/3/2026).
Selain kepada pihak kepolisian, warga juga menaruh harapan besar kepada Pemerintah Desa Loa Kulu Kota. Minimnya penerangan dan rimbunnya pepohonan dinilai menjadi celah bagi oknum untuk melakukan tindakan asusila maupun kriminalitas.
“Kepada Pemdes Loa Kulu Kota untuk memperhatikan penerangan lampu taman segera ditambah supaya tidak ada sudut yang gelap. Pemangkasan pohon juga dilakukan agar area taman lebih terbuka dan terpantau,” tegasnya.
Langkah pencegahan ini diharapkan segera diambil oleh Pemdes dan Polsek Loa Kulu sebelum banyak warga terutama para pedagang yang dirugikan di wilayah tersebut. “Ini akan memicu tindak kriminal yang lebih berat, kalau tidak segera ditangani,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur