Imbauan ini ditujukan kepada seluruh camat, lurah, kepala desa, relawan, hingga masyarakat umum sebagai upaya mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi serta kecelakaan transportasi.
Selain itu, masyarakat yang berencana meninggalkan rumah diminta meningkatkan pengamanan, seperti memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, untuk menghindari risiko pencurian maupun kebakaran.
“Pastikan kompor gas telah dilepas dan aliran listrik yang tidak perlu dipadamkan. Jangan lupa kunci pintu serta jendela dengan rapat sebelum berangkat mudik,” ujar Sunggono, Kamis (19/3/2026).
Mengingat topografi Kukar yang berbukit, para pemudik jalur darat diminta waspada saat melintasi zona rawan longsor. Beberapa titik yang menjadi perhatian seperti jalur Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, Tenggarong Seberang, Muara Jawa.
“Pemudik dapat selalu memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi Info BMKG dan memperhatikan kondisi jalan yang dilewati,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang menggunakan jasa transportasi air seperti kapal atau speedboat di sepanjang Sungai Mahakam, standar keselamatan wajib di jalankan. Pengguna jasa wajib menggunakan Life Jacket dan operator dilarang keras mengangkut penumpang melebihi kapasitas (overload).
Sekda Sunggono meminta aparat Kecamatan hingga Desa dan kelompok relawan untuk proaktif berkoordinasi dengan Polri, TNI, dan BPBD. Pemantauan intensif akan dilakukan pada titik-titik keramaian dan area yang memiliki indeks risiko bencana tinggi.
“Kami harap langkah preventif ini dapat memberikan rasa aman bagi seluruh warga Kukar sehingga momen Idulfitri 1447 H dapat dirayakan dengan penuh sukacita tanpa kendala,” tutupnya.
Editor: Erwin