Anggaran tersebut akan digunakan untuk tahapan pemasangan span atau pilar penopang bentang jembatan yang menjadi bagian penting dalam struktur penghubung antarwilayah tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, mengatakan pekerjaan tahun ini difokuskan pada pemasangan span dari sisi Desa Sebulu Modern menuju arah Tenggarong.
“Yang kita kerjakan dimulai dari pemasangan span dari arah Desa Sebulu Modern menuju Tenggarong,” ujar Linda dikonfirmasi korankaltim.com, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, untuk mencapai bentang tengah jembatan diperlukan tiga span. Pemasangan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Menurutnya, proyek pembangunan Jembatan Sebulu telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2025–2030 sehingga menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis daerah.
“Pembangunan ini memang direncanakan bertahap sesuai kemampuan anggaran, tetapi tetap menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah,” jelasnya.
Saat ini, proses lanjutan pembangunan masih menunggu penyelesaian tahapan administrasi. Dokumen proyek disebut telah berada di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) untuk proses pelelangan pekerjaan.
Sementara itu, Camat Sebulu Edy Fachruddin menegaskan keberadaan Jembatan Sebulu sangat dinantikan masyarakat karena akan mempermudah mobilitas warga, baik untuk aktivitas ekonomi maupun transportasi sehari-hari.
“Dengan adanya jembatan nantinya, aktivitas masyarakat semakin mudah, terutama dalam mobilisasi barang maupun orang,” kata Edy.
Ia berharap pembangunan jembatan tersebut terus menjadi prioritas pemerintah daerah mengingat fungsinya yang strategis dalam menghubungkan wilayah antar kecamatan di Kukar hingga akses menuju Kabupaten Kutai Timur.
Terpisah, salah satu pengusaha asal Kelurahan Loa Tebu, Dedi Julio, menilai pembangunan Jembatan Sebulu berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi perkembangan kawasan sekitar.
Menurutnya, meskipun jembatan belum selesai dibangun, sejumlah investor dari luar Tenggarong sudah mulai melirik kawasan Loa Tebu hingga jalur menuju Sebulu untuk investasi lahan.
“Banyak pengusaha yang mulai membeli aset tanah di kawasan Loa Tebu ini. Salah satu tujuannya tentu untuk usaha ketika nanti Jembatan Sebulu sudah terbangun dan kawasan yang dilalui menjadi ramai,” ujarnya.
Dengan berlanjutnya pembangunan tersebut, diharapkan Jembatan Sebulu dapat memperkuat konektivitas wilayah, membuka akses ekonomi baru, sekaligus mendorong pertumbuhan investasi di Kutai Kartanegara.