Ketua Umum Pengelola Tangga Arung Square, Adi, mengatakan penambahan wahana permainan ini bertujuan untuk memeriahkan suasana pusat kuliner dan perbelanjaan TAS, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menjelaskan, mengingat wahana ini mengandalkan kecepatan dan ketinggian, pihak pengelola telah memastikan aspek keselamatan melalui uji coba secara langsung.
“Kami sudah coba langsung bersama Kepala UPT dan aman. Ketinggiannya masih terukur karena ini wahana pertama kita. Kami juga pasang bemper di area landing (pendaratan) dan dijaga ketat oleh petugas menggunakan ban pengaman,” ujar Adi, Senin (16/3/2026).
Kata dia, wahana ini dibangun secara mandiri oleh pihak ketiga tanpa menggunakan atau merusak aset permanen pemerintah.
“Mereka bikin konstruksi besi sendiri di sebelah tangga pejalan kaki, jadi tidak mengganggu akses umum,” ujarnya.
Awalnya rainbow slide hanya untuk eksperimen saja, mereka ingin melihat respons pasar, wahana ini ternyata meledak. Jumlah pengunjung di luar ekspektasi sejak dibuka tiga hari lalu.
“Lumayan sekali, di luar ekspektasi kami sampai ratusan anak dan orang tua yang ikut bermain. Kalau untuk tarifnya, satu kali meluncur dikenakan biaya Rp20 ribu, dua kali Rp30 ribu, dan kelipatan Rp10 ribu untuk seterusnya,” ucapnya.
Terkait batasan umur, pengelola lebih menekankan pada keberanian dan pendampingan orang tua. Jika anak masih terlalu kecil, diperbolehkan meluncur bersama pendamping karena hitungan tarif berdasarkan penggunaan ban, bukan per kepala.
Wahana ini beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA. Namun, faktor cuaca menjadi penentu utama operasional. “Kalau hujan kami stop. Setelah hujan reda, petugas akan ditambah untuk memastikan area landasan benar-benar aman sebelum dimulai lagi,” sebut Adi.
Pihak pengelola menegaskan izin wahana ini dievaluasi setiap 30 hari. Jika dalam perjalanannya ditemukan hal yang membahayakan atau tidak sesuai aturan, pengelola tidak segan untuk mencabut izin operasional demi kenyamanan pengunjung TAS.
Editor: Erwin