Pihak keluarga menilai isu tersebut perlu diluruskan agar tidak terjadi penggiringan opini yang berpotensi merugikan pihak-pihak terkait. Berdasarkan informasi kedua belah pihak, pelaku dan korban diketahui memiliki hubungan kekeluargaan.
Perwakilan keluarga, Jainuddin (41), menyatakan bahwa peristiwa yang memicu kegaduhan tersebut bermula dari interaksi antarteman yang sudah saling mengenal dan akrab.
“Ini awalnya candaan antar teman. Kejadiannya berawal dari pinjam-meminjam bolpoin, bukan mengambil atau mencuri. Kami menyayangkan jika narasi yang berkembang seolah-olah ini adalah bullying murni,” kata Jai, Kamis (26/2/2026).
Pihaknya juga menyoroti dampak psikologis dan sosial yang luas akibat opini di media sosial. Mereka merasa posisi korban kini seolah-olah berbalik menjadi pelaku di mata publik.
“Dampaknya luas, menyangkut keluarga besar. Kami juga keberatan dengan adanya isu liar di Facebook, seperti kabar kalau sudah ada uang damai yang diberikan sebesar Rp10 juta. Kami tegaskan itu tidak benar,” tambahnya.
Terkait langkah ke depan, keluarga menyatakan akan menghormati prosedur hukum dan meminta semua pihak, termasuk para netizen yang tidak mengetahui kejadian tersebut untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum tervalidasi kebenarannya.
“Kami tidak mencari pembenaran sendiri. Kami serahkan semuanya ke proses hukum. Biarkan hukum yang menentukan. Kami hanya minta klarifikasi agar masalah ini tidak bias dan merugikan masa depan anak-anak kami,” ungkapnya.
Senada dengan Jai, Jerry Mas’udi (30) yang juga sebagai pihak keluarga, sebelumnya memberikan keterangan terkait kejadian itu menyebutkan bahwa insiden tersebut bukan karena Bullying. “Sejak awal saya pastikan tidak menyebut kejadian itu Bullying, karena saya tau karakter kedua anak itu,” tegas Gery.
Kemudian, terkait isu pemberian uang damai, ia menegaskan bahwa itu tidak benar. “Uang damai apa yang diberikan, tidak pernah ada,” tegasnya.
Hingga saat ini Polsek Loa Kulu masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Rencananya, pertemuan antara keluarga akan kembali digelar untuk mencari solusi terbaik.
Editor: Erwin