Ratusan peserta ambil bagian dalam pembukaan Run Street Ramadan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kegiatan tersebut juga disaksikan sekitar 400 penonton.
Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar bekerja sama dengan Tim Arjuna itu menjadi agenda tahunan dan kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Lomba lari malam tersebut dilaksanakan usai Salat Tarawih hingga menjelang waktu sahur.
Sejumlah pejabat dan undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala Bidang Prestasi Olahraga Dispora Kukar Rita Agustina, perwakilan Tim Arjuna H Rudi, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kukar, Komandan Rayon Militer (Danramil) 01/Tenggarong, Ketua Panitia Moch Saddam Jordi, Lurah Panji, jajaran panitia Dispora dan Tim Arjuna, serta keluarga peserta dan masyarakat umum.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi ulang peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta doa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Ketua Panitia Moch Saddam Jordi menyampaikan bahwa Run Street Ramadan merupakan kegiatan yang secara konsisten digelar setiap tahun.
“Kegiatan ini sudah yang ketiga kalinya kita selenggarakan. Semoga dapat terus bertahan dan menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan,” harapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan memperhatikan faktor keamanan selama bertanding.
Sambutan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri dibacakan oleh Rita Agustina menyampaikan bahwa Run Street Ramadan menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga lari, sekaligus mempererat tali silaturahmi di bulan suci.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan mengisi kegiatan positif di bulan Ramadan, khususnya bagi anak-anak muda yang ingin mengembangkan bakatnya dalam olahraga lari,” ucapnya sebelum secara resmi membuka acara dengan mengucapkan basmalah.
Usai seremoni pembukaan, perlombaan resmi dimulai dan para peserta tampak antusias mengikuti jalannya lomba. Hingga pukul 24.00 WITA, kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan kondusif.
Run Street Ramadan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan atlet muda di wilayah Kutai Kartanegara. Selain meningkatkan semangat sportivitas dan solidaritas antarpemuda, kegiatan ini turut memberikan dampak positif terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan Ramadan.
“Antusiasme peserta dan masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media pemersatu sekaligus ruang ekspresi generasi muda dalam suasana religius dan penuh kebersamaan,” tutupnya.
Editor: Erwin