Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Tri Kuncoro, menegaskan pihaknya akan terus mengawal dan memberikan dukungan penuh terhadap wilayah ini.
“Kami berikan dukungan penuh, mulai dari pendampingan, penerjunan personel, hingga aksi sosial di lapangan. Apalagi di Muara Jawa komunitasnya sudah solid, jadi tinggal memperkuat sinergi saja,” kata Tri Kuncoro, Jumat (20/2/2026).
Kata dia, inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Kukar untuk mematangkan tata kelola sampah terpadu. Target besarnya memboyong piala Adipura pada 2027 mendatang.
Pengelolaan sampah yang baik ini tidak berhenti saat ada lomba saja, melainkan berubah menjadi gaya hidup di masyarakat.
“Harapannya, gerakan ini menjadi budaya bersama, bukan cuma program sesaat. Tujuannya agar Kukar tetap bersih, nyaman, dan membanggakan buat kita semua,” harapnya.
Berikut poin-poin penting yang menjadikan Muara Jawa sebagai percontohan pengelolaan sampah, pertama, Gerakan Muara Jawa Bersih (GMJB) melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi primadona pengolahan sampah di Kukar.
Kedua, sampah organik maupun anorganik diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti konversi sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang setara minyak tanah/solar dan Paving Block.
Ketiga melalui inovasi “BERSERI” (Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah) sebagai langkah nyata pengelolaan sampah terpadu, yang juga menjadi bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator 2025.
Tri Kuncoro menegaskan, DLHK Kukar memberikan dukungan penuh dan akan berkolaborasi dalam gerakan ini.
Editor: Erwin