Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Jepen Lenggang Cahaya, pembacaan doa, laporan ketua panitia, hingga sambutan dan peresmian oleh Bupati Kukar.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Wakapolres Kutai Kartanegara Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kepala Urusan Kementerian Haji dan Umrah Kukar H. Norjali, Ketua MUI Kukar KH Abdul Hanan, Ketua NU Kukar KH Muhammad Askin Bahar, Ketua LDII Kukar Choirul Suprayitno, Camat Tenggarong Syukur Eko Budi Santoso, serta Kapolsek Tenggarong AKP Achmad Hanifi.
Dalam arahannya, Bupati Aulia menegaskan bahwa Bazar dan Festival Ramadan di Tangga Arung Square bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali pusat ekonomi kerakyatan.
“Kegiatan ini sengaja kita pusatkan di sini sebagai ajang sosialisasi bahwa Tangga Arung Square telah resmi kita operasionalkan. Ini adalah pasar yang kita revitalisasi untuk menjadi ikon baru ekonomi kerakyatan di Tenggarong,” kata Aulia.
Ia juga memberikan catatan kepada panitia agar pada pelaksanaan berikutnya, rangkaian acara diawali dengan tilawah Al-Qur’an untuk menambah keberkahan, mengingat momentum Ramadan yang sakral.
Bazar Ramadan tahun ini diikuti lebih dari 200 tenant yang menyediakan aneka takjil, makanan berbuka, hingga kebutuhan Ramadan lainnya. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini mampu memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan berbuka puasa tanpa harus berpindah lokasi.
“Dengan banyaknya tenant yang bergabung, kebutuhan masyarakat akan takjil dan bahan berbuka puasa dapat terpenuhi dengan variasi lengkap,” sebut Aulia.
Tak hanya fokus pada perputaran ekonomi, Bupati juga mendorong percepatan digitalisasi transaksi melalui dukungan Bank Kaltimtara.
Ia meminta seluruh tenant difasilitasi layanan QRIS guna mendukung inklusi keuangan dan memudahkan transaksi non-tunai.
“Zaman sekarang banyak warga yang tidak membawa uang tunai. Dengan pembayaran non-tunai, transaksi akan lebih mudah, cepat, dan bisa meningkatkan omzet pedagang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dokter Aulia sapaan akrab orang nomor satu Kukar ini turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, kelancaran lalu lintas, serta kebersihan lingkungan selama bazar berlangsung.
Ia meminta Dinas Perhubungan dan jajaran kepolisian berkolaborasi mengatur arus kendaraan guna mencegah kemacetan di sekitar lokasi.
Dengan dibukanya secara resmi Bazar Ramadan 1447 H, Pemkab Kukar berharap Tangga Arung Square semakin hidup sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial yang membawa keberkahan di bulan suci.
Selain itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya.
“Jangan sampai setelah berbelanja, sampah dibuang sembarangan. Mari kita jaga kebersihan agar tempat ini tetap rapi dan nyaman,” pesannya.
Editor: Erwin