Pria diketahui berinisial P (67), seorang purnawirawan Polri yang berdomisili di Desa Sungai Meriam. Jenazah pertama kali ditemukan oleh kerabatnya di sebuah gubuk dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolsek Anggana, IPTU I Komang Mahendra Putra menjelaskan kronologi penemuan jasad yang merupakan mantan personel Polsek Anggana tersebut.
Kejadian bermula ketika ia berpamitan kepada anaknya untuk pergi ke kebun sawit miliknya pada pukul 08.00 WITA. Namun, hingga sore hari saat anaknya pulang bekerja, sang ayah tak kunjung kembali ke rumah.
Merasa khawatir karena ayahnya belum pulang dan saat di telepon tidak menjawab, sehingga sekitar pukul 21.00 Wita kerabatnya bernama Tahan Sembiring menyusul ke kebun untuk memastikan keberadaannya.
Sekitar pukul 21.06 WITA, saksi menemukannya dalam posisi terlentang tanpa baju di depan pintu gubuk. Pihak kepolisian kemudian tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Anggana.
Berdasarkan pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.
“Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kelelahan saat berkebun di siang hari. Menurut keterangan keluarga, beberapa hari terakhir korban memang mengeluhkan batuk dan memiliki riwayat kolesterol tinggi,” ungkap Komang Mahendra Putra, Jumat (6/2/2026).
Diperkirakan, purnawirawan tersebut sudah meninggal dunia sekitar tujuh jam sebelum ditemukan, mengingat kondisi jenazah sudah mulai kaku.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan visum maupun otopsi.
“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan penolakan visum. Jenazah telah diserahkan kepada mereka dan rencananya akan dikebumikan di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda,” tutupnya.
Editor: Erwin