Warga mengeluhkan kondisi ini dan meminta pihak kepolisian menindak tegas para sopir truk.
Riyan, warga Kota Raja mengatakan, kemacetan terjadi karena truk-truk pengisian bensin tidak tertib dalam antrean mengambil sebagian badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas.
“Ini sangat mengganggu, apalagi setiap hari ada ambulans yang melintas mengantar orang ke rumah sakit Tenggarong Seberang, berbahaya sekali,” kata Riyan kepada Korankaltim.com Jumat (30/1/2026).
Keluhan juga datang dari warga lainnya, Irwan. Sebagai pengguna jalan, jalur protokol yang menjadi urat nadi lalu lintas antar wilayah di Kecamatan Tenggarong ini harus memberikan rasa nyaman dan aman, bukan malah dipenuhi dengan antrean truk mengisi bensin.
“Potensi kemacetan panjang dan laka lantas ditakutkan akan terjadi. Jangan sampai karena antrean SPBU semua masyarakat dirugikan," ujar Irwan.
Kemacetan ini telah menjadi masalah yang berkepanjangan, bahkan sejak 2025 lalu. Antrean truk biasanya mulai terbentuk sekitar pukul 13.00 WITA dan semakin bertambah hingga sore hari, menyebabkan kemacetan yang signifikan di jalan.
"Biasanya macet jam empat sore saat orang pulang kerja, antrean truk semakin bertambah," ungkapnya.
Kasat Lantas Polres Kukar Iptu Ahmad Fandoli mengatakan, pihaknya telah melakukan patroli dan imbauan kepada pengantri BBM untuk lebih tertib dan menggunakan satu jalur.
Mereka belum melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan rekayasa lalu lintas di jalan tersebut dan berencana untuk mengarahkan pengantri BBM untuk menggunakan satu jalur dan tidak bertumpu di jalan sehingga dapat mengganggu pengendara lainnya.
“Kami setiap melakukan patroli di daerah tersebut terutama pada jam-jam padat, yaitu antara pukul 10.00 hingga 16.00 WITA,” ujar Fandoli.
Satlantas siap melakukan tindakan jika terjadi kemacetan atau gangguan lalu lintas lainnya di wilayah Kukar. “Kami akan lihat kalau ada yang melanggar aturan bisa kena sanksi berupa tilang dan lainnya, kami ingatkan patuhi peraturan lalu lintas,” tutupnya.
Editor Aspian Nur