Upaya tersebut dilakukan melalui imbauan rutin kepada para nelayan di seluruh kecamatan agar tidak menggunakan alat maupun metode penangkapan ikan yang dilarang.
Kepala DKP Kukar, Muslik, mengatakan imbauan dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah edukasi sekaligus pencegahan guna menjaga kelestarian sumber daya perikanan dan ekosistem perairan.
“Kami secara rutin menyampaikan imbauan kepada nelayan di seluruh kecamatan di Kukar agar tidak melakukan penangkapan ikan secara ilegal, baik dari sisi alat tangkap maupun tata cara penangkapan,” kata Muslik kepada Korankaltim.com, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, praktik ilegal fishing yang masih kerap ditemukan di lapangan antara lain penangkapan ikan dengan cara menyetrum, menebar racun atau bahan kimia berbahaya, serta penggunaan bahan peledak.
Selain itu, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti jaring bermata kecil (pukat halus), setrum rakitan, dan alat tangkap yang merusak dasar perairan juga termasuk dalam kategori ilegal.
“Metode-metode tersebut sangat merusak ekosistem perairan karena tidak hanya mematikan ikan besar, tetapi juga anakan ikan dan biota air lainnya, sehingga mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan,” jelasnya.
Muslik menegaskan, selain pendekatan persuasif, DKP Kukar juga melakukan koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum. Pihaknya bekerja sama dengan Pengawas Perikanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Kejaksaan untuk menindaklanjuti setiap pelanggaran yang ditemukan.
“Apabila masih ada oknum nelayan atau warga yang tertangkap melakukan ilegal fishing, maka akan diproses secara hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Menurutnya, praktik ilegal fishing tidak hanya merugikan negara dan merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada keberlangsungan mata pencaharian nelayan itu sendiri. Oleh karena itu, DKP Kukar mengajak seluruh nelayan untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan sesuai aturan.
“Perikanan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud apabila ada kesadaran dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian perairan Kukar,” tutupnya.
Editor: Erwin