Setelah sukses menggelar program Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Bangun pada akhir November 2025 lalu, kini giliran Kecamatan Sangasanga yang masuk dalam target selanjutnya.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kukar Zikri Umulda mengungkapkan, pelaksanaan di Kota Bangun memberikan banyak pelajaran. Pihaknya tidak ingin sekadar menggelar acara seremonial, melainkan fokus pada intervensi nyata bagi pelaku subsektor kuliner agar bisa naik kelas.
"Target Ekraf itu jelas, kami ingin mereka upgrade. Dari yang tadinya hanya berjualan di pasar malam kini menjadi penjual yang berkreasi dan paham manajemen. Nanti kita akan latih mereka cara menentukan harga, branding, hingga teknik storytelling agar produk mereka punya nilai jual lebih," kata Zikri kepada Korankaltim.com Rabu (28/1/2026).
Di Kecamatan Kota Bangun para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah dibekali pelatihan manajemen dagang dan digital marketing. Pola serupa juga akan diterapkan kepada para pedagang Sangasanga. “Kami ingin pelaku usaha tidak hanya berjualan secara konvensional, tetapi juga jago bermain di ranah daring atau media sosial,” sebutnya.
Zikri mengakui masih banyak evaluasi yang harus dilakukan. Koordinasi dengan pihak Kecamatan Sangasanga rencananya akan dimatangkan mulai Desember 2026 mendatang upaya menyusun strategi yang lebih terstruktur.
"Kami harus punya strategi yang kuat. Luasnya Kukar dengan 20 kecamatan dan ratusan desa ini menjadi tantangan. Kami di dinas tidak mungkin bisa maksimal kalau harus turun ke lapangan setiap waktu makanya kita perlu kolaborasi dengan pihak kecamatan," sebutnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Dispar Kukar menargetkan pembentukan Komite Ekonomi Kreatif di seluruh kecamatan. Komite ini nantinya akan diisi oleh perwakilan desa atau kelurahan setempat yang bertindak sebagai perpanjangan tangan dinas dalam memantau dan membina pelaku ekraf di wilayah masing-masing.
"Langkah terbaik adalah membentuk komite ekraf kecamatan. Ini akan mempermudah jalur informasi dan interaksi kami. Meski hanya lewat grup WhatsApp, intervensi kita kepada pelaku kreatif bisa lebih cepat dan tepat sasaran," tutup Zikri.
Editor: Aspian Nur