Enam Tahun Tak Merasakan Air Bersih, Warga Desa Santan Ilir Andalkan Air dari Sumur Bor
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Disaat kemajuan pembangunan berlangsung pesat, nyatanya masih ada warga yang belum merasakan air bersih layak konsumsi.
Itulah yang dirasakan warga Desa Santan Ilir, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini. Sudah berlalu enam tahun atau sejak 2020 silam, sampai saat ini mereka terpaksa menggunakan air dari sumur bor yang sebenarnya tidak layak untuk dikonsumsi tidak memenuhi standar kesehatan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Mulawarman (Unmul) menunjukkan air sumur bor yang digunakan oleh warga setempat tidak layak untuk dikonsumsi. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah setempat untuk segera mencari solusi.
Kepala Desa Santan Ilir Mursalin mengatakan, saat ini belum ada jaringan PDAM yang masuk ke desa mereka. Warga hanya menggunakan sumur bor untuk melakukan aktivitasnya, seperti mandi dan mencuci pakaian tetapi tidak untuk dikonsumsi. “Warga masih berharap air bersih yang layak di desa ini,” kata Mursalin kepada Korankaltim.com Rabu (28/1/2026).
Untuk mendapatkan air bersih layak konsumsi, warga harus membeli dengan harga Rp100 Ribu untuk satu tandon besar dan hanya bisa bertahan selama dua hari. Jika sebulan, warga harus mengeluarkan dana sekitar Rp1,5 Juta. "Ini sangat memberatkan warga desa. Tetapi kebutuhan air bersih sangat penting," ungkapnya.
Adanya air bersih menunjukan kualitas hidup warga. Jika air yang digunakan kurang layak, maka akan berdampak dan bisa mengancam kesehatan mereka. "Untuk pengeboran sumur itu sudah dilakukan sejak 2020. Jadi, warga sudah lama membeli air bersih, untuk memenuhi kebutuhannya," jelas Mursalin lagi.
Menanggapi keluhan warga, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno berkomitmen untuk menuntaskan persoalan air bersih di seluruh Kabupaten Kukar termasuk Desa Santan Ilir. "Kami butuh waktu untuk menuntaskan itu secara bertahap. Karena kondisi geografis Kukar sangat luas, kami harus mengecek lokasi tersebut," ujar Suparno.
Ini menjadi tugas pokok Perumda Tirta Mahakam. Ia menegaskan, seluruh masyarakat Kukar harus menikmati air bersih yang layak.
Editor: Aspian Nur










