Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, mengungkapkan jika pihaknya sebenarnya sudah sangat siap untuk memulai perbaikan.
Dokumen perencanaan bahkan telah rampung disusun sejak 2025 lalu. Namun, faktor anggaran menjadi penghalang utama rencana ini turun ke lapangan.
“Revitalisasi sebenarnya sudah kita buatkan perencanaannya di 2025 kemarin untuk kedua pasar itu, karena memang kondisinya sudah parah. Tapi karena kondisi keuangan sedang efisiensi, maka dari itu kita tunda dulu,” ungkap Sayid, Jumat (23/1/2026).
Sayid tidak menampik bahwa perbaikan kedua pasar tersebut sangat mendesak mengingat statusnya sebagai urat nadi ekonomi warga di dua kecamatan tersebut.
Kerusakan bangunan dan fasilitas pasar yang sudah termakan usia membuat kenyamanan pedagang maupun pembeli mulai terganggu.
Kendati demikian, kebijakan efisiensi anggaran daerah membuat Disperindag harus memilah kembali program yang bisa berjalan di tahun 2026.
Penundaan ini diharapkan hanya bersifat sementara hingga kondisi keuangan daerah kembali memungkinkan untuk membiayai proyek fisik skala besar.
Bagi para pedagang yang sudah lama menantikan bangunan pasar yang lebih modern dan bersih, Sayid pun menitipkan pesan agar tetap tenang sambil menunggu proses ini berjalan.
“Saya minta sabar dulu mengingat anggaran kita sedang tidak baik-baik saja,” tutupnya.
Editor: Erwin