Tim gabungan telah memperluas radius penyisiran hingga sejauh empat kilometer dari lokasi kejadian.
Koordinator Lapangan (Korlab) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar), Eko Suryawinata menjelaskan, tim bersiaga di lokasi sejak Minggu malam untuk memastikan pencarian dilakukan secara maksimal.
Tantangan utama di lapangan adalah derasnya arus sungai yang membelah area hutan kelapa sawit tersebut.
“Hari ini penyisiran kami lakukan menggunakan tugboat dengan radius sampai empat kilometer mengikuti arah arus menuju laut,” kata Eko saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Selain menggunakan perahu, petugas juga dibantu oleh warga setempat yang berinisiatif menyelam di sekitar titik jatuhnya korban.
Untuk menjaga keselamatan, aktivitas menyelam dibatasi hanya pada titik-titik yang dianggap aman mengingat kondisi arus yang sewaktu-waktu bisa membahayakan.
Diketahui, peristiwa ini bermula saat korban terjatuh dari sling gantung ketika memindahkan buah sawit pada Minggu (18/1/2026) siang. Korban yang diketahui tidak bisa berenang sempat hanyut puluhan meter sebelum akhirnya hilang dari pandangan.
Kejadian ini menjadi perhatian warga sekitar, terlebih korban meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia tiga bulan.
Editor: Erwin