Langkah ini merupakan mandat dari Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Menariknya, instansi tempat mereka bernaung, BGN, merupakan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang punya jalur komando istimewa.
Dibentuk lewat Perpres Nomor 83 Tahun 2024, lembaga ini berdiri tegak di bawah Presiden dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Negara, bukan di bawah kementerian tertentu.
Namun, tiket ini memang tidak diberikan kepada semua pegawai SPPG MBG. Status PPPK ini diprioritaskan bagi mereka yang mengisi jabatan inti, seperti Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan.
Meski sudah dijanjikan sejak awal, Kepala SPPG Jalan Panjaitan, Tenggarong, Idhamsyah dan rekan-rekannya tetap harus menempuh ujian. Mereka wajib melewati sistem seleksi Computer Assisted Test (CAT) yang digelar di Balikpapan pada Desember 2025 lalu.
“Informasi soal jadi ASN ini memang sudah dikasih tahu sejak kami direkrut di SPPI dulu. Tapi pengangkatannya tetap harus ikut jalur resmi, kami ikut tes juga kemarin,” kata Idhamsyah, Senin (19/1/2026).
Sayangnya, dari ketiga pegawai SPPG itu, nasib baik belum berpihak pada pegawai akuntan yang belum berhasil lulus ujian. Hasilnya hanya posisi Kepala SPPG dan Ahli Gizi yang melaju ke babak berikutnya, sementara, pegawai akuntan harus menunggu kesempatan tes di lain waktu.
“Baru saja rampung hari ini pengisian DRH-nya, karena besok sudah terakhir. Ya, ini pemberkasan seperti teman-teman yang lulus PPPK di instansi lain,” jelasny.
Meski pemberkasan sudah di depan mata, Idhamsyah mengaku masih belum tahu kapan ia dan timnya akan diambil sumpah dalam prosesi pelantikan. Ia memilih menunggu arahan dari atasan di pusat.
Baginya, status baru ini bukan sekadar kepastian karier, tapi energi baru untuk memastikan setiap yang tersaji dalam program presiden ini benar-benar membawa gizi terbaik bagi generasi masa depan di Kukar.
“Kita berharap program ini berjalan terus ya, karena kan memang pemerataan pemerintahan ekonomi sejauh ini kan duit yang kita kelola ini nggak sedikit dan juga kita menggunakan surplus per lokal. Saya harap itulah kita bisa programnya berjalan teruslah ke depannya supaya kita bisa tetap memberikan anak-anak sekolah makan gratis,” pungkasnya.
Editor: Erwin