Tahun Ini Pemkab Kukar Targetkan Bangun 250 Rumah MBR
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menargetkan pembangunan 250 unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada 2026.
Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis pemerintah pusat dalam menyediakan tiga juta hunian layak bagi masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kabid Sertifikasi, Klasifikasi, Kualifikasi dan Registrasi Disperkim Kukar Darma Gumawang mengatakan, pihaknya optimisme terhadap pencapaian target tersebut selama 2026, meski harus menghadapi tantangan fluktuasi ekonomi daerah.
“Target rutin kami setiap tahun antara 200 sampai 250 unit rumah. Kami optimistis target itu bisa tercapai melalui kolaborasi dengan berbagai pihak pengembang perumahan,” kata Darma, Jumat (16/1/2026)
Sejumlah pengembang lokal menyatakan siap untuk merealisasikan unit hunian ini, diantaranya ada Griya Tambak Rel (GTR), Sumanis Idaman, dan Dinar Mas. Pembangunan ini direncanakan tersebar di beberapa titik
di Kecamatan Tenggarong dan Tenggarong Seberang.
Upaya menarik minat masyarakat, pemerintah daerah menyediakan bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU).
“Ada fasilitas penunjang yang disediakan pemerintah seperti jalan lingkungan, drainase, dan lampu penerangan (PSU). Dengan adanya dukungan infrastruktur itu, masyarakat dapat tertarik untuk mengambil unit perumahan tersebut,” ujarnya.
Meski target telah ditetapkan, banyak tantangan yang harus dihadapi, salah satunya kenaikan harga material bangunan yang menjadi beban bagi para pengembang, sementara harga jual unit rumah MBR saat ini di angka Rp182 juta.
“Kenaikan harga material bangunan ini menjadi tantangan dalam menyediakan rumah layak dengan harga yang terjangkau. Kami sudah sampaikan ke pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi kedepan, mengingat pemerintah pusat yang memiliki kewenangan penuh dalam menentukan harga jual rumah subsidi,” ungkap Darma.
Jmlah pembangunan juga menyesuaikan dengan kondisi ekonomi daerah. Namun, pemerintah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan rumah yang aman dan sehat bagi masyarakat Kukar.
Editor Aspian Nur









