MBG Tetap Berjalan Selama Bulan Ramadan di Kukar, Makanan Kering jadi Menu Utama
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan.
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan.
Skema penyaluran MBG ini di sesuaikan agar tetap sesuai dengan pelaksanaan ibadah puasa, tanpa mengurangi tujuan utama pemenuhan gizi masyarakat.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panji Idhamsyah mengatakan, makanan kering akan menjadi menu pilihan utama dalam penyaluran MBG selama bulan Ramadan berlangsung di wilayah Kukar.
“Kalau untuk mekanisme penyalurannya kita menunggu arahan juga dari pimpinan, untuk menu MBG kami banyak berikan makanan kering, seperti roti, ada buah-buahan dan ditambah dengan telur serta susu tetap kita salurkan,” kata Idhamsyah Kamis (15/1/2026).
Makanan kering dipilih untuk menu MBG saat bulan puasa karena dianggap dianggap tidak mudah basi. Meski demikian, SPPG Panji tetap akan mengukur kandungan gizi dari makanan tersebut agar asupan tetap terpenuhi dan sesuai standar yang ditetapkan.
“Kebutuhan gizi anak telah dihitung oleh ahli gizi. Kami mengetahui butuh beberapa potong roti, buah-buahan dan lainnya untuk memenuhi gizi anak-anak ini,” kata Idhamsyah.
Sementara kloter penyaluran menu MBG akan tetap dilakukan pada pagi hari dan menyesuaikan dengan jadwal jam pelajaran di sekolah. “Mekanismenya nanti kami akan menyesuaikan arahan, kemungkinan di bulan puasa mendatang penyalurannya dilakukan pada pagi harinya,” sebutnya.
Diketahui, SPPG Panji melayani enam sekolah di wilayah Kecamatan Tenggarong, seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1, SMP 2, SD 01, SD 03, SD 011, SD 018.
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
7 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG