Keputusan ini diambil setelah dilakukan rapat dengan berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Polres dan forum pedagang kemarin.
Camat Tenggarong, Sukono mengatakan pemindahan Pasar Ramadan dilakukan karena beberapa alasan, antara lain untuk menghidupkan kembali Pasar Tangga Arung yang baru dibangun, meningkatkan pendapatan asli daerah melalui dana parkir, menyediakan tempat kuliner dan buka puasa yang nyaman bagi masyarakat.
Dalam rapat tersebut diputuskan para pedagang pakaian muslim dan kain akan ditempatkan di Masjid Agung, sedangkan pedagang kuliner pindah di Tangga Arung Square.
“Kalau berjualan di Tangga Arung Square pedagang tidak diperkenankan di lorong-lorong atau lantai pasar itu. Semua harus tertib sesuai pengaturan,” kata Sukono kepada Korankaltim.com Kamis (14/1/2026).
Untuk pembiayaan lapak dan kebutuhan teknis lainnya, sepenuhnya diserahkan kepada pedagang dan forum pedagang.
Sukono memastikan lokasi di halaman parkir Tangga Arung Square sangat memadai untuk menampung lebih dari 120 pedagang yang telah mendaftar. “Tempat parkir dan area jualan sudah kami cek bersama dan sangat mencukupi untuk 120 lapak pedagang,” sebutnya.
Pasar Ramadan dibuka selama satu bulan, setelah itu, seluruh pedagang diwajibkan untuk kembali ke tempat semula dan tidak diperkenankan menetap di lokasi tersebut.
Masyarakat Kota Raja diajak untuk memanfaatkan Pasar Ramadan di Tangga Arung Square sebagai tempat berbelanja yang aman, tertib, dan nyaman, serta mendukung kelancaran arus lalu lintas dan ketertiban umum selama bulan suci Ramadan.
Editor: Aspian Nur