Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam Abdul Latif menjelaskan, pengurasan dan pembersihan WTP merupakan agenda rutin yang bertujuan menjaga kualitas air olahan agar tetap memenuhi standar kesehatan dan kenyamanan pelanggan.
Selain itu, pemasangan Flow Meter di IPA 2 Bukit Biru dilakukan untuk meningkatkan akurasi pengukuran debit air serta mengoptimalkan sistem distribusi. “Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kualitas air yang didistribusikan tetap terjaga dan sistem pengolahan berjalan lebih optimal. Dengan adanya Flow Meter, pengawasan dan pengendalian aliran air akan lebih akurat,” kata Latif kepada Korankaltim.com pagi ini.
Perumda Tirta Mahakam mengimbau seluruh pelanggan setia di wilayah layanan Tenggarong, khususnya yang dialiri dari IPA 2 Bukit Biru, agar dapat menampung air terlebih dahulu sebagai langkah antisipasi. Selama proses pengerjaan berlangsung, distribusi air bersih berpotensi mengalami gangguan, mulai dari penurunan tekanan hingga tidak mengalir atau mati total sementara.
Adapun wilayah terdampak adalah daerah-daerah yang dilalui jaringan layanan IPA 2 Bukit Biru. Perumda Tirta Mahakam belum merinci durasi gangguan secara pasti, namun memastikan pekerjaan akan dilakukan secepat dan seefisien mungkin.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, proses normalisasi pendistribusian air ke pelanggan membutuhkan waktu beberapa saat. Hal ini disebabkan oleh proses pengisian kembali pipa dan penyesuaian tekanan air di jaringan distribusi.
“Kami mohon pengertian pelanggan. Setelah pekerjaan rampung, aliran air akan kembali normal secara bertahap. Perumda Tirta Mahakam berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan air bersih demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup Latif.