Semua kendaraan harus berjuang ekstra keras untuk lewat di kawasan tersebut yang pastinya mengganggu perjalanan petani yang hendak menuju ke sawah dan anak-anak yang pergi ke sekolah.
Kerusakan jalan di Desa Loh Sumber ini telah berlangsung cukup lama dan belum ada perbaikan yang signifikan. Pemerintah Desa Loh Sumber sudah melakukan perbaikan di jalan itu dengan menimbun bebatuan yang mudah hancur namun saat terjadi hujan jalan semakin berlumpur, padahal jalan tersebut menghubungkan sejumlah desa seperti Jembayan Tengah, Jembayan Dalam, Lung Anai, Sungai Payang Ilir, Sungai Payang dan Loh Sumber.
"Adanya penimbunan jalan menggunakan batu padas yang mudah hancur ini sangat membahayakan bagi pengendara dan menghambat akses mobilisasi barang padahal ini akses jalan satu-satunya," kata seorang warga kepada Korankaltim.com Selasa (13/1/2026).
Jalan itu perannya sangat penting sekali, sebab, setiap hari para petani melintas untuk menjual hasil pertanian mereka, anak-anak pergi ke sekolah dan ambulans juga sering melalui jalur tersebut.
“Kami sudah saksikan saat kondisi sedang hujan, jalan itu berlumpur dan licin. Semoga jalan bisa segera diperbaiki oleh pihak terkait, supaya bisa memudahkan akses mobilisasi masyarakat untuk menjual hasil pertanian, akses menuju fasilitas kesehatan dan sekolah menjadi lebih aman dan nyaman,” harapnya.
Kepala Desa Loh Sumber Sukirno membenarkan telah melakukan perbaikan sementara terhadap jalan rusak itu menggunakan batu padas tetapi setelah ditimbun terjadi hujan, sehingga kondisi jalan yang dilakukan perbaikan itu menjadi lumpur.
"Ini upaya kami untuk melakukan perbaikan sementara, kemarin kebetulan ada bantuan dari donatur untuk memperbaiki jalan itu makanya kami langsung eksekusi," ucap Sukirno.
Kewenangan perbaikan jalan yang menghubungkan antar desa itu merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Pemerintah desa hanya bertanggung jawab untuk memperbaiki jalan lingkungan atau gang kecil.
"Kami sudah sering sampaikan terkait kondisi jalan itu kepada pemerintah daerah tetapi belum ada pergerakan, mereka juga sudah merespons tetapi pengerjaannya masih belum diketahui kapan akan di eksekusi," sebut Sukirno lagi.
Kerusakan sepanjang dua kilometer tersebut berdampak pada tiga RT seperti 05, 07 dan 08. "Ini jalan satu-satunya warga yang menghubungkan ke sejumlah desa di Loa Kulu sehingga jalan ini sangat penting untuk dilakukan perbaikan secepatnya," pungkas Sukirno.
Editor: Aspian Nur