Capaian tersebut mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara yang selama ini berperan strategis dalam merancang, mengawal, dan mengimplementasikan kebijakan pembangunan perdesaan.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan desa, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Penghargaan Juara I Arindama Utama ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi merupakan keberhasilan seluruh masyarakat Kutai Kartanegara. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras, berkolaborasi, dan berinovasi dalam mendorong kemajuan pembangunan desa,” kata Arianto kepada korankaltim.com, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan bahwa arah kebijakan dan program pembangunan perdesaan di Kukar telah berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Berbagai inovasi terus dikembangkan, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan desa, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Pembangunan wilayah perdesaan di Kukar, lanjut Arianto, tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas aparatur desa, serta pemberdayaan masyarakat agar mampu menjadi subjek pembangunan.
“Pendekatan yang kami lakukan bersifat partisipatif dan berkelanjutan. Desa didorong untuk mengenali potensi unggulannya masing-masing dan mengelolanya secara mandiri demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Salah satu capaian penting yang turut menguatkan prestasi tersebut adalah meningkatnya status desa di Kabupaten Kutai Kartanegara berdasarkan pengukuran Indeks Desa tahun 2025. Dari total 193 desa yang ada, sebanyak 97 desa telah berstatus desa mandiri. Sementara itu, desa lainnya berada pada kategori desa maju dan berkembang, menunjukkan tren positif pembangunan perdesaan secara menyeluruh.
Selain itu, sejumlah desa di Kukar kini telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) yang aktif menjalin kemitraan usaha dengan pihak ketiga. Keberadaan unit-unit usaha desa ini telah mampu menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes), yang menjadi sumber pembiayaan penting bagi pembangunan dan pelayanan di tingkat desa.
“PADes ke depan akan menjadi salah satu prioritas utama yang terus diupayakan oleh seluruh desa di Kukar. Dengan kemandirian fiskal desa, pembangunan akan semakin tepat sasaran dan berkelanjutan, sesuai dengan visi misi Kukar Idaman Terbaik di bawah komando Pak Aulia Rahman Basri dan Pak Haji Rendi Solihin,” tegas Arianto.
Ia berharap, penghargaan Juara I Arindama Utama ini dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh pemerintah desa di Kutai Kartanegara untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah dengan prestasi ini kami akan terus konsisten dan progresif dalam menjadikan desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah, sekaligus motor penggerak kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” demikian Arianto.
Editor: Erwin