Kawasan yang berdekatan dengan Jembatan Kedaton ini ramai dipadati warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampak berjajar rapi di tepi sungai, menunggu kail mereka disambar oleh ikan.
Fenomena ini menjadi pemandangan rutin warga Tenggarong saat memasuki waktu sore hari.
Roni, seorang warga mengaku area turap tersebut sudah menjadi titik favoritnya sejak lama. “Saya biasa di sini dari dulu. Kalau lagi beruntung, bisa dapat ikan repang atau udang galah,” ujar Roni.
Menurutnya, sore hari merupakan waktu yang ideal karena kondisi air sungai tengah pasang. Saat air naik, ikan-ikan cenderung lebih aktif mencari makan hingga ke pinggir sungai, sehingga lebih mudah memakan umpan yang dipasang.
“Kondisi air pasang seperti ini memang yang dicari para pemancing dan nelayan, ikan lebih banyak dan lebih gampang ‘makan’ umpan,” ucap Roni.
Aktivitas ini akan terus berlangsung hingga larut malam. Menariknya, selain kawasan turap yang di terangi oleh lampu jalan, area di sekitar jembatan besi yang kini telah ditutup juga menjadi magnet tersendiri bagi para pemancing pada malam hari.
“Malam hari biasanya justru lebih ramai lagi. Apalagi di sekitaran jembatan besi yang sudah ditutup, banyak yang kumpul di sana karena suasananya lebih tenang dan biasanya ikannya lebih besar,” sebut Roni.
Selain menjadi sarana hiburan murah meriah bagi keluarga, aktivitas memancing di tepian Mahakam ini juga menghidupkan ekonomi kecil di sekitarnya, seperti pedagang yang menjual umpan pancing hingga pedagang makanan ringan yang ikut mendapatkan dampaknya.
Editor Aspian Nur