Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan peran penting Alimin Azarbaijan dalam mentransformasi Desa Pela, yang semula dikenal sebagai desa nelayan tradisional, menjadi destinasi wisata konservasi berbasis lingkungan yang diakui hingga tingkat nasional dan internasional.
“Alhamdulillah pada peringatan HUT Provinsi Kaltim tahun ini barusan kami mendapatkan penghargaan, semoga ini semakin memberikan semangat kami untuk lebih berbuat banyak lagi bagi lingkungan di Bumi Etam,” kata Alimin kepada Korankaltim.com, Sabtu (10/1/2026).
Diketahui, Alimin Azarbaijan dikenal sebagai tokoh penggerak pariwisata berkelanjutan sekaligus pejuang konservasi pesut Mahakam, mamalia air tawar endemik Sungai Mahakam yang kini berstatus terancam punah. Melalui kepemimpinannya di Pokdarwis B3, Alimin berhasil mengintegrasikan konservasi lingkungan, pelestarian budaya nelayan, dan pengembangan ekonomi masyarakat lokal dalam satu konsep ekowisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai Ketua Pokdarwis Bekayuh Baumbai Berbudaya, Alimin memimpin berbagai inisiatif strategis, mulai dari pengelolaan wisata sungai dan danau, edukasi konservasi pesut Mahakam, hingga penguatan identitas budaya masyarakat nelayan Desa Pela. Danau Semayang yang berada di wilayah desa tersebut dikembangkan tidak hanya sebagai objek wisata alam, tetapi juga sebagai ruang edukasi lingkungan dan budaya.
Dibawah kepemimpinan Alimin, Desa Pela mencatat sejumlah prestasi membanggakan. Pada tahun 2023, Desa Pela terpilih sebagai Member of The Best Tourism Village Upgrade Programme oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO), sebuah pengakuan internasional atas praktik pariwisata berkelanjutan yang diterapkan masyarakat desa. Prestasi tersebut semakin diperkuat dengan diraihnya Penghargaan Kalpataru 2024, simbol tertinggi kepedulian terhadap lingkungan hidup di Indonesia.
Sebelumnya, Desa Pela juga berhasil masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, menempatkan desa ini sebagai salah satu destinasi wisata unggulan berbasis komunitas di tanah air. Atas dedikasi personalnya, Alimin Azarbaijan dianugerahi Juara 1 Pelopor Desa Wisata Inspiratif oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia pada tahun 2024.
Salah satu program unggulan yang digagas Alimin bersama Pokdarwis B3 adalah Festival Danau Semayang, sebuah agenda tahunan yang mengangkat kearifan lokal, budaya nelayan, kuliner tradisional, serta kampanye pelestarian ekosistem perairan. Festival ini terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sungai dan danau.
Penghargaan “Masyarakat Berprestasi Bidang Lingkungan Hidup” yang diterima Alimin pada HUT ke-69 Provinsi Kaltim dinilai sangat tepat, mengingat konsistensinya dalam memperjuangkan pariwisata yang tidak merusak alam, melainkan menjadikan lingkungan sebagai aset utama pembangunan desa.
Kini, Alimin Azarbaijan tidak hanya dikenal sebagai pengelola desa wisata, tetapi juga sebagai local hero Kalimantan Timur yang berhasil membuktikan bahwa konservasi lingkungan, pelestarian budaya, dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Kiprahnya diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kaltim dan Indonesia dalam mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan hidup yang berkelanjutan.
“Semoga terus menginspirasi dan semakin banyak pejuang lingkungan yang memiliki kepedulian tinggi di Kutai Kartanegara,” harap Alimin.
Editor: Aspian Nur